loading…
Rumah-rumah yang tertutup salju terlihat di pesisir teluk laut Nuuk, Greenland, pada hari Jumat, 7 Maret 2025. FOTO/AP/Evgeniy Maloletka
JAKARTA – Amerika Serikat (AS), Denmark, dan Greenlan mulai membuka perundingan diplomatik untuk meredakan ketegangan terkait status dan keamanan Greenland. Hal ini menyusul pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump yang menyatakan minat untuk menguasai wilayah Arktik tersebut.
Kementerian Luar Negeri Denmark menyatakan pejabat senior dari Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat telah bertemu. Pertemuan itu membahas kekhawatiran AS terkait keamanan kawasan Arktik. “Pertemuan ini bertujuan membahas bagaimana kami dapat menanggapi kekhawatiran Amerika Serikat mengenai keamanan Arktik, sambil tetap menghormati garis merah Kerajaan,” kata kementerian tersebut dalam pernyataan resmi kepada Reuters dikutip Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Trump Kembali Ancam Serang Teheran, Iran: Armada AS Akan Hancur
Perundingan ini menandai langkah diplomatik pertama setelah berbulan-bulan ketegangan antara Washington dan Kopenhagen. Meskipun begitu, kedua negara sama-sama merupakan anggota pendiri Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Greenland sendiri merupakan wilayah semi-otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington telah menyiapkan mekanisme pembahasan khusus terkait Greenland. Ia menambahkan pertemuan lanjutan pada tingkat teknis akan digelar dengan pejabat dari Denmark dan Greenland. “Kami memiliki proses yang akan membawa kita pada hasil yang baik bagi semua pihak,” ujar Rubio.
Ketegangan sebelumnya dipicu oleh pernyataan Trump yang berulang kali menyebut keinginan AS untuk menguasai Greenland. Alasannya adalah kepentingan keamanan nasional, terutama terkait meningkatnya aktivitas Rusia dan China di kawasan Arktik. Pernyataan tersebut sempat memicu kritik dari Denmark, Greenland, serta sejumlah sekutu Eropa lainnya.