Layanan Kapal Cepat ke Kepulauan Seribu Ditangguhkan Sementara Akibat Cuaca Buruk

Jakarta (ANTARA) – Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali menangguhkan layanan kapal cepat dari Pelabuhan Muara Angke ke Kepulauan Seribu, dikarenakan kondisi cuaca yang dianggap tidak aman. Penangguhan ini memperpanjang pemberhentian yang sudah dimulai awal minggu ini.

"Pada hari ini, kapal cepat ke Kepulauan Seribu dari Muara Angke masih belum bisa beroperasi karena kondisi cuaca masih belum mendukung," ujar Muhamad Wildan Anwar, Kepala Unit Angkutan Perairan Dinas Perhubungan DKI, pada Rabu.

Layanan kapal cepat telah ditangguhkan sejak Minggu, 25 Januari, hingga Selasa, 27 Januari 2026, dan hingga Rabu operasi belum dilanjutkan kembali.

Wildan menyebutkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kecepatan angin di Kepulauan Seribu mencapai 11 hingga 15 knot, dengan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter.

"Kondisi ini berisiko bagi keselamatan penumpang dan awak kapal," jelasnya.

Selain faktor cuaca, penangguhan juga disebabkan belum adanya izin berlayar dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, yang merupakan persyaratan wajib sebelum kapal boleh beroperasi.

"Layanan akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman," kata Wildan, menambahkan bahwa pembaruan informasi akan disampaikan melalui kanal resmi Dinas Perhubungan DKI.

Empat Rute Ditangguhkan

Secara terpisah, Pengawas Unit Angkutan Perairan Mulyadi menyatakan penangguhan berlaku untuk keempat rute utama yang melayani wilayah selatan dan utara Kepulauan Seribu.

Dia mengimbau masyarakat untuk memantau pengumuman resmi mengenai jadwal pelayaran dan mengutamakan keselamatan selama cuaca buruk masih berlangsung.

"Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, tidak perlu khawatir. Seluruh tarif akan dikembalikan secara penuh sesuai ketentuan pembelian awal," tutur Mulyadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga telah mengeluarkan peringatan dini ulang untuk potensi cuaca ekstrem di Ibu Kota pada 26 Januari hingga 1 Februari 2026.

MEMBACA  Lebih Baik Berdagang, Kini Minta Maaf

Berdasarkan prakiraan BMKG, Jakarta diprakirakan mengalami hujan ringan hingga lebat, yang dapat memicu dampak hidrometeorologi seperti banjir dan bahaya di pesisir.

BPBD DKI mengajak warga untuk rutin memantau informasi terkini, termasuk data ketinggian air dan info banjir, melalui platform daring dan kanal informasi publik mereka.

Berita terkait: Hujan Lebat Ganggu 109 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

Berita terkait: Utamakan Keselamatan saat Layani Masyarakat di Cuaca Tak Menentu : DPR

Penerjemah: Siti N, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://ojs.stanford.edu/ojs/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=https%3A%2F%2Fojs.stanford.edu%2Fojs%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=sMXySYs

Tinggalkan komentar