Rabu, 28 Januari 2026 – 15:34 WIB
Bekasi, VIVA – Lanskap ritel di kota-kota besar Indonesia diprediksi akan terus berubah dengan cepat sampai tahun 2026. Namun, pertumbuhannya sekarang tidak hanya bergantung pada aktivitas jual beli saja. Pusat perbelanjaan sedang mengalami perubahan fungsi, dari tempat bertransaksi menjadi ruang sosial dan bagian dari gaya hidup warga kota.
Baca Juga:
Pertamina Retail Bantu Masyarakat hingga Pekerja SPBU COCO Terdampak Banjir di Sumbar
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, berpendapat perubahan ini berkaitan dengan perkembangan kawasan perkotaan dan perubahan perilaku konsumen. Scroll untuk info lebih lanjut, yuk!
"Ritel di area urban masih berkembang dan tetap ekspansi, tapi bentuknya sudah beda. Fokusnya bukan lagi full physical retail seperti dulu," kata Syarifah dalam pernyataannya, dikutip Rabu 28 Januari 2026.
Baca Juga:
Wellness Tourism Jadi Tren Baru Industri Pariwisata
Menurut Syarifah, efisiensi dan kemudahan belanja online membuat orang kota tidak lagi merasa perlu datang ke mall cuma untuk membeli barang. Sebaliknya, mall sekarang lebih diposisikan sebagai tempat untuk berinteraksi dan cari pengalaman.
Baca Juga:
Spot Nongkrong Anak Muda di Jakarta dan Bali: Padukan Seni, Hiburan dan Kuliner Enak
"Bukan berarti ritel sudah jenuh. Tapi sekarang orang nggak merasa perlu ke mall hanya untuk beli barang. Yang dicari malah tempat untuk hangout, berinteraksi, dan dapat pengalaman," jelasnya.
Perubahan ini mendorong tumbuhnya konsep lifestyle retail, di mana pusat komersial berfungsi sebagai tempat berkumpul dan aktivitas sosial. Area makan terbuka atau alfresco dining yang dulu hanya pelengkap, sekarang jadi elemen utama yang terintegrasi dalam desain ritel modern.
Syarifah juga menyoroti pengaruh rutinitas kerja warga kota yang sangat sibuk. Kondisi ini membuat kebutuhan akan ruang relaksasi dan pemulihan energi semakin tinggi.
Salah satu tren yang diperkirakan makin kuat menuju 2026 adalah masuknya konsep wellness ke dalam ruang ritel. Kesehatan tidak lagi dilihat sebagai kebutuhan sesaat, tapi sebagai bagian dari gaya hidup.
"Healthcare is a new lifestyle," ujar Syarifah.
Pusat belanja sekarang mulai menyediakan berbagai fasilitas kebugaran dan kesehatan, mulai dari spa, studio yoga dan pilates, sampai olahraga rekreasi seperti pickleball dan bowling. Selain itu, ruang komunitas dan fasilitas untuk hobi juga jadi daya tarik baru, membuat ritel menjadi pusat aktivitas sosial yang lebih inklusif.
Tren ini sejalan dengan proyeksi konsumsi rumah tangga Indonesia. Menurut BCA Indonesia Economic Outlook 2026, konsumsi diperkirakan tetap kuat, meskipun konsumen menjadi lebih selektif karena tekanan struktural dan ketidakpastian global. Kondisi ini mendorong strategi ritel yang lebih menekankan nilai, efisiensi, dan pengalaman.
Halaman Selanjutnya
Perubahan arah ritel ini juga terlihat dalam pengembangan pusat perbelanjaan baru, termasuk Summarecon Mall Bekasi Phase 2 yang rencananya dibuka pada 4 Februari 2026. Pengembangannya dirancang terintegrasi dengan fase sebelumnya dan mengusung konsep One-Stop Solution dengan pendekatan gaya hidup urban.