Ketua MUI Berikan Pernyataan Terkait Materi Stand Up Pandji Pragiwaksono yang Diduga Menghina Agama

Rabu, 28 Januari 2026 – 01:26 WIB

Jakarta, VIVA – Gelombang laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono masih terus berlanjut. Materi stand up comedy berjudul Mens Rea kembali memicu kontroversi karena dianggap menyinggung ibadah umat Islam. Kali ini, laporan datang dari Majelis Pesantren Salafiyah Banten, menyusul laporan sebelumnya dari pemuda NU dan Muhammadiyah.

Hingga Selasa, 27 Januari 2026, tercatat sudah ada empat laporan ke polisi dan dua aduan masyarakat ke Polda Metro Jaya terkait tayangan Mens Rea. Kasus ini menarik perhatian banyak pihak karena menyentuh isu sensitif tentang hubungan antara kebebasan berekspresi, humor, dan simbol agama.

Majelis Pesantren Salafiyah Banten Nilai Analogi Tidak Tepat

Perwakilan majelis tersebut, Matin Syarkowi, menyatakan materi Pandji menggunakan analogi yang tidak pas dan berpotensi melecehkan ibadah sholat. Menurutnya, ketika analogi itu disampaikan dalam konteks hiburan dan ditertawakan penonton, bisa ditafsirkan bahwa sholat dijadikan bahan olok-olok.

"Ketika analogi itu disampaikan dan penonton tertawa, hal itu diartikan sebagai menertawakan perumpamaan bahwa orang yang rajin sholat belum tentu baik," ujar Matin seperti dikutip tvOne.

Ia menegaskan bahwa pernyataan itu bertentangan dengan keyakinan umat Islam yang yakin sholat adalah indikator kebaikan dengan dasar kuat di Al-Qur’an.

MUI Tegaskan Batas Candaan

Di tengah perdebatan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memberikan pandangan. Ketua MUI KH Cholil Nafis menekankan bahwa batas utama dalam menggunakan simbol agama, termasuk dalam komedi, adalah tidak boleh menghina, mencela, atau menghujat.

"Kalau menghina, berarti merendahkan sholat. Atau mencela bahwa orang sholat cuma begitu-begitu saja. Itu kan bentuk mencela," ujar Cholil.

Ia menjelaskan akan ada tiga fokus penilaian: apakah ada hujatan terhadap sholat, penghinaan terhadap ibadah sholat, atau unsur mencela.

MEMBACA  13 Negara Bergabung dalam Proyek Stasiun Bulan Rusia dan China, Apakah Indonesia Termasuk?

"Nanti akan ditanya, apakah di situ ada hujatan terhadap sholat? Kalau ada hujatan, berarti ada penodaan terhadap agama," katanya.

Tinggalkan komentar