Digitalisasi UMKM: Lebih dari Sekadar Aplikasi

Selasa, 27 Januari 2026 – 14:33 WIB

Jakarta, VIVA – Digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus berkembang. Hal ini seiring dengan makin meningkatnya pemakaian teknologi untuk aktivitas bisnis sehari-hari. Mulai dari transaksi digital sampai pencatatan keuangan, teknologi diangap membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien.

Baca Juga :
Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global di WEF Davos 2026

Meski begitu, pemanfaatan teknologi di kalangan UMKM belum sepenuhnya merata. Banyak pelaku usaha yang masih berada di tahap awal digitalisasi dan menghadapi berbagai kendala dalam penerapanya.

Tantangan yang sering dihadapi berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan akses ke layanan pendukung usaha. Keterbatasan literasi digital dan finansial membuat sebagian UMKM belum bisa memanfaatkan teknologi secara optimal.

Baca Juga :
Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Kondisi ini mendorong munculnya pendekatan digital yang tidak hanya fokus pada aplikasi, tapi juga membangun ekosistem pendukung. Peran mitra lokal dan komunitas mulai dapat perhatian sebagai penghubung antara teknologi dan pelaku usaha.

Salah satu model yang berkembang adalah kemitraan digital lewat BukuAgen, yang menyasar pelaku usaha di berbagai daerah. Model ini mengandalkan jaringan mitra untuk membantu UMKM mengakses layanan keuangan digital dengan lebih dekat dan praktis.

Baca Juga :
Game Gang Dagang, seperti Main Roblox tapi untuk UMKM

BukuAgen adalah bagian dari ekosistem yang dikembangkan BukuWarung untuk mendukung usaha mikro. Pendekatan ini menggabungkan layanan transaksi, pembukuan digital, dan akses keuangan dalam satu jaringan mitra.

Direktur BukuWarung, Romy Williams, menilai solusi teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional UMKM sehari-hari.

“Kami terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan operasional UMKM, mulai dari layanan pembayaran digital, penyediaan mesin EDC, hingga akses pembiayaan usaha dan pembukuan digital,” ujarnya, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

MEMBACA  Wakil Menteri ATR Fahri Hamzah Soroti Masalah Lahan sebagai Pemicu Mahalnya Harga Properti

Menurut Romy, pertumbuhan perusahan tidak lepas dari peran dan dedikasi para mitra di lapangan. Ia menegaskan bahwa penguatan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Pendekatan berbasis komunitas dinilai membantu mempercepat adopsi teknologi, terutama di daerah. Melalui interaksi antar mitra, pelaku usaha bisa saling berbagi pengalaman dan belajar dari praktik bisnis yang sudah berjalan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan komunitas, BukuWarung menyelenggarakan Gala Akbar BukuAgen 2026. Acara ini digelar pada Senin kemarin di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, dan dihadiri mitra dari berbagai wilayah.

Halaman Selanjutnya

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 135 mitra BukuAgen ditampilkan lewat kisah nyata tentang pengembangan usaha. Selain pemberian penghargaan, acara ini juga menghadirkan sesi literasi keuangan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas mitra.

Tinggalkan komentar