Samsung, Jika Kau Tambahkan Fitur Ini di Galaxy S26 Ultra, Aku Akan Selalu Bersyukur

Berdasarkan berbagai rumor, flagship terbaru Samsung, Galaxy S26 Ultra, dikabarkan akan meluncur dalam hitungan minggu. Sebagai reviewer dengan 14 tahun pengalaman di CNET yang telah menguji semua generasi seri Ultra, saya punya beberapa harapan khusus untuk perangkat ini.

Saya telah memotret ribuan foto dengan semua model Galaxy, bermain game berjam-jam, dan tentu saja menjelajahi Instagram. Dari situ, saya paham betul kelebihan ponsel-ponsel ini sekaligus celah untuk peningkatan.

Sepanjang waktu itu, Samsung tetap dominan dan kerap menjual lebih banyak daripada merek seperti Apple atau Google. Namun, dominasi itu bukan alasan untuk berpuas diri. Saya juga telah menguji ponsel-ponsel inovatif dari Xiaomi, Oppo, dan Huawei yang terkadang lebih berani dibanding lini Galaxy S. Sudah waktunya Samsung menunjukkan kembali kemampuan terbaiknya.

S25 Ultra bukan peningkatan signifikan dari S24 Ultra. Desainnya pun hampir identik.

Andrew Lanxon/CNET

Nah, menyambut Galaxy S26 Ultra, inilah hal-hal yang ingin saya saksikan dari “super phone” Samsung berikutnya.

Kamera Galaxy S26 Ultra Perlu Sensor yang Lebih Besar

Ponsel Ultra Samsung selalu termasuk yang terbaik dalam hal fotografi. Mereka unggul di foto malam dan termasuk pelopor zoom telephoto yang memukau. Sayangnya, hardware kamera belum banyak berubah dalam beberapa generasi terakhir. Sekarang saatnya untuk lompatan besar.

Xiaomi 14 Ultra membuat saya takjub berkat sensor gambar tipe 1 inch-nya, yang secara fisik lebih besar daripada hampir semua sensor ponsel lain. Sensor yang lebih besar menangkap lebih banyak cahaya, yang secara teori menghasilkan dynamic range lebih baik dan detail lebih kaya tanpa terlalu bergantung pada pemrosesan software.

Diambil dengan Xiaomi 15 Ultra dan diedit ringan di Adobe Lightroom. Saya suka bagaimana ponsel ini menangkap gambar yang terlihat alami dengan shadow yang dalam, bukan efek HDR yang terkesan dipaksakan. Ini satu dari sedikit ponsel yang sanggup menyaingi kamera mirrorless.

Andrew Lanxon/CNET

Saya sangat menyukai hasil foto dari ponsel Xiaomi terkini, dan saya ingin Samsung menciptakan kamera yang benar-benar ditujukan untuk fotografer pro seperti saya. Zoom S25 Ultra memang bagus, dan peningkatan resolusi pada lensa ultrawide-nya juga patut diacungi jempol. Namun, dengan memasang sensor utama yang lebih besar di S26 Ultra, Samsung bisa memungkinkan saya mengabadikan momen dengan hasil sebagus kamera mirrorless. Itu akan menjadi kemenangan besar.

MEMBACA  Reddit Gugat Australia Terkait Larangan Media Sosial untuk Remaja Seiring Pertimbangan Hukum Serupa di Negara Lain

Ini juga akan membedakan S26 Ultra dari S25 Edge dan Z Fold 7, yang keduanya menggunakan kamera utama yang sama dengan S25 Ultra.

Galaxy S26 Ultra Perlu Lebih Banyak Opsi Filter Foto

Kamera Samsung sudah memiliki beragam filter untuk menyesuaikan warna dan eksposur. Fiturnya bekerja cukup baik dan mirip dengan Photographic Styles milik Apple, di mana kita bisa mengkostumisasi tampilan setiap filter bahkan setelah foto diambil.

Kita juga bisa membuat preset kustom berdasarkan tone dari gambar lain, yang hasilnya cukup oke. Sayangnya, preset tersebut tidak bisa dibagikan untuk digunakan fotografer lain, dan menurut saya Samsung kehilangan peluang di sini. Memang ada toko preset yang tersembunyi untuk mengunduh beberapa preset tambahan, tapi jika Samsung membuka kemampuan bagi pemilik Galaxy untuk saling membagikan preset kustom mereka, hal itu akan membangun komunitas fotografer yang loyal terhadap kamera ponsel Samsung.

Tool My Filter Samsung memungkinkan saya membuat preset foto dengan inspirasi gaya Wes Anderson ini. Saya ingin sekali bisa membagikannya dengan fotografer lain, sekaligus menggunakan filter warna buatan komunitas foto yang antusias.

Andrew Lanxon/CNET

Fujifilm sukses dengan pendekatan serupa pada kameranya, memungkinkan fotografer membuat ‘resep’ yang bisa dimasukkan fotografer lain ke kamera mereka untuk langsung memotret dengan gaya filmik yang sama. Hasilnya, Fujifilm punya basis penggemar yang besar dan bersemangat. Samsung punya peluang untuk menciptakan hal yang sama dalam fotografi mobile.

Galaxy S26 Ultra Perlu Opsi Ukuran yang Lebih Kecil

S25 Ultra mungkin sangat powerful, tapi ukurannya juga sangat besar. Dengan layar 6,9 inci, diperlukan jempol sebesar pohon redwood untuk mengetik dengan satu tangan. Memaksanya masuk ke saku celana jeans ketat juga akan menimbulkan ‘tonjolan memalukan’ di tempat yang tidak kita inginkan.

MEMBACA  Walmart Black Friday 2025Penawaran Terbaik, Jam Tutup, dan Sorotan Katalog

Saya yang tingginya 6 kaki 2 inci pun sebenarnya memiliki tangan yang relatif kecil, sehingga selalu lebih memilih ponsel yang lebih kecil. Saya menggunakan iPhone 17 Pro, bukan Pro Max, karena saya lebih suka layar 6,3 inci dibandingkan 6,9 inci yang terasa gargantua. Berbeda dengan Apple, Samsung selalu menawarkan teknologi terbaiknya hanya dalam satu ukuran, memaksa kita memilih antara muat di saku atau performa puncak.

Saya suka iPhone 17 Pro saya. Ia pas di genggaman tangan saya. Tangan saya yang mungil.

Andrew Lanxon/CNET

Saya berharap Samsung mencontoh Apple dengan memasukkan prosesor dan kemampuan kamera seri Ultra ke dalam ukuran yang lebih mudah digenggam. Saya bahkan rela S Pen dihilangkan untuk memungkinkan hal ini — toh saya jarang menggunakannya.

Galaxy S26 Ultra Perlu Lebih Banyak Variasi Warna

Masih soal desain, saya ingin melihat lebih banyak warna yang menyenangkan di lini Ultra. Samsung pernah mencoba warna oranye terang di S22 Ultra, tetapi pilihan warna setelahnya cenderung lebih kalem. Memang S25 Ultra hadir dalam warna selain hitam atau perak, tapi nuansanya sangat subtle — bisa dibilang klasik, atau jika sedang tidak baik hati, membosankan.

Saya menyukai warna Cosmic Orange pada iPhone 17 Pro. Saya suka bahwa warnanya tidak terlalu serius, dan memang seharusnya begitu. Ponsel adalah aksesori yang menyenangkan, dan saya tidak perlu warna abu-abu netral untuk mencocokkan setelan bisnis saya. Saya cukup tua untuk mengingat Motorola Razr V3 yang hadir dalam warna pink menyala, dan jujur, saya sangat menyukainya. Motorola Razr Ultra saat ini tidak hanya hadir dalam warna pink, tetapi juga menggunakan material kain di bagian belakang yang nyaman digenggam dan membedakannya dari kebanyakan ponsel berbahan kaca dan aluminium.

Lihatlah Motorola Razr V3 warna pink menyala itu. Sungguh sebuah karya keindahan.

Angela Lang/CNET

Jika Samsung mengambil warna pink metalik yang vibrant itu dan menerapkannya pada S26 Ultra, saya bisa dipastikan akan langsung mengajukan kartu kredit untuk memilikinya.

MEMBACA  Utusan Trump Akan Bertemu Putin Bahas Rencana Akhiri Perang di Ukraina

Galaxy S26 Ultra Perlu Baterai Lebih Besar dan Pengisian Cepat yang Lebih Kencang

Galaxy S25 Ultra dibekali baterai 5.000 mAh dengan kecepatan isir ulang maksimal 45 watt. Spesifikasi yang sama dengan yang dimiliki S22 Ultra saat diluncurkan empat tahun lalu. Teknologi baterai telah berkembang pesat, dan kini sudah ada ponsel yang menggunakan teknologi silicon-carbon untuk kepadatan energi lebih tinggi serta pengisian daya 100 watt.

Beberapa ponsel dengan pengisian paling cepat berasal dari Tiongkok dan banyak yang tidak tersedia di AS, tetapi OnePlus 15 menawarkan pengisian kabel 80 watt, dan baterai 7.300 mAh-nya sangat mengesankan dalam ulasan lengkap kami.

Baterai S25 Ultra memang baik saat kami uji, namun dengan teknologi baterai baru yang digunakan ponsel pesaing, saatnya Samsung menyegarkan seri Ultra-nya dalam hal ini.

Baterai OnePlus 15 tidak hanya lebih besar, tetapi juga terisi lebih cepat.

Andrew Lanxon/CNET

Harga Galaxy S26 Ultra

Saya meminta banyak hal dalam artikel ini, dan saya tahu jika semua permintaan saya dipenuhi, harga ponsel ini pasti akan meningkat signifikan. Meskipun S25 Ultra diluncurkan dengan harga yang sama dengan pendahulunya, saya tidak berharap hal itu terjadi kali ini.

Diantara fluktuasi ekonomi, tarif, dan kelangkaan RAM yang sedang berlangsung yang membuat komponen lebih mahal, kemungkinan besar S26 Ultra akan hadir dengan harga yang lebih tinggi — atau spesifikasinya dikurangi untuk menekan biaya.

Tapi saya berharap Samsung dapat meminimalisir kenaikan harga dan tidak menggunakan perubahan pasar sebagai kesempatan untuk menaikkannya sampai-sampai teknologi terbaru ini hanya terjangkau oleh mereka yang berjabatan “Baron Minyak” di kartu nama mereka.

Tinggalkan komentar