Layanan Kesehatan di Sumatra yang Terdampak Banjir Telah Pulih Total, Menyatakan Menteri.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan layanan kesehatan telah pulih sepenuhnya di tiga provinsi di Sumatra yang terdampak banjir dan longsor: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam rapat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana Sumatra di Jakarta pada Senin, dia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil upaya percepatan yang dilakukan pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Menurut data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-Bencana Sumatra, dari 87 rumah sakit umum daerah yang terdampak, sembilan sebelumnya berhenti beroperasi, terdiri dari delapan di Aceh dan satu di Sumut.

Saat ini, semua rumah sakit tersebut telah beroperasi normal kembali.

Sementara itu, dari 867 puskesmas yang terdampak, 152 sebelumnya tidak berfungsi. Kini, 865 telah beroperasi normal, sedangkan dua lainnya masih berjalan di lokasi sementara menunggu pembangunan gedung baru.

Karnavian, yang juga menjabat ketua satgas, menyatakan bahwa pembelajaran sekolah di ketiga provinsi terdampak telah berjalan penuh lagi, meski sekitar 3 persen masih dilakukan di ruang kelas darurat.

Di sektor infrastruktur dasar, pemulihan layanan listrik menunjukkan kemajuan signifikan.

Di Provinsi Aceh, kurang dari 1 persen wilayah masih dalam proses pemulihan, sementara di Sumut, layanan telah pulih 99 persen. Di Sumbar, listrik telah 100 persen pulih.

Semua SPBU publik di tiga provinsi ini juga telah beroperasi kembali.

Selanjutnya, layanan internet di daerah terdampak dilaporkan sudah normal kembali, dan pasokan bahan bakar minyak serta elpiji relatif stabil.

Menteri menekankan pentingnya menjaga pasokan logistik ini secara konsisten untuk mendukung aktivitas masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Di sektor ekonomi, semua pasar di Sumbar dan Sumut telah 100 persen beroperasi lagi. Di Aceh, sekitar 65 persen pasar telah beraktivitas kembali, sementara sisanya menjalani proses pemulihan bertahap.

MEMBACA  Menteri Sosial Ungkap Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah Tidak Dapat Dilaksanakan Tahun Ini

Dia memastikan administrasi pemerintahan di semua daerah terdampak bencana telah berjalan kembali, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang—salah satu wilayah terparah terdampak banjir pada November lalu.

Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota juga telah kembali menjalankan fungsi pelayanan publiknya secara normal.

Namun, dia mencatat beberapa infrastruktur masih perlu perhatian lebih, termasuk jalan dan jembatan di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

Berita terkait: Kementerian Lingkungan awasi 68 perusahaan terkait bencana di Sumatra

Berita terkait: Indonesia percepat akses dan pemulihan perumahan di Aceh Timur terdampak banjir

Berita terkait: BNPB salurkan 99 persen bantuan banjir untuk korban di Sumatra

Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar