Indonesia Tandatangani Kesepakatan dengan Pengembang UEA untuk Proyek Ibu Kota Nusantara

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi bermitra dengan perusahaan konstruksi dan pengembangan dari Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group, untuk proyek campuran di ibu kota masa depan, Nusantara.

Kemitraan ini diformalisasikan melalui penandatanganan perjanjian alokasi lahan oleh Deputi Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso dan Ketua Ayedh Dejem Group Sheikh Ayedh Dejem di Dubai pada Jumat, menurut pernyataan OIKN yang dikeluarkan Minggu.

“Ada pertumbuhan signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan insya Allah, ekonomi di Nusantara akan tumbuh pesat, menciptakan permintaan untuk proyek-proyek berskala besar,” kata Dejem selama upacara penandatanganan.

Berdasarkan perjanjian, Ayedh Dejem Group akan memanfaatkan lahan seluas 9,7 hektar di Area Inti Pemerintahan (KIPP) 1A, yang terletak bersebelahan dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Pengembangannya akan mencakup gedung perkantoran, ruang komersial, pusat perbelanjaan, dan sebuah masjid.

Dejem mengatakan komitmen perusahaan ini didasarkan pada keyakinan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia dan UAE.

“Bisnis inti kami adalah pengembangan properti. Mempertimbangkan populasi dan skala Indonesia yang besar, serta posisi Dubai di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami mengharapkan pertumbuhan kuat di sektor properti Nusantara,” ujarnya.

Sudiro menyambut baik penandatanganan ini, menyebutnya sebagai tonggak strategis.

“Alhamdulillah, hari ini, 23 Januari, OIKN dan Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian alokasi lahan seluas 9,7 hektar,” katanya.

Dia mengatakan nilai investasi yang diperkirakan sekitar Rp4 triliun (sekitar US$238,4 juta). Proyek akan dimulai dengan perencanaan desain detail, dilanjutkan perizinan dan lelang kontraktor, sebuah proses yang diperkirakan memakan waktu hingga satu setengah tahun.

Konstruksi fisik dijadwalkan dimulai pada pertengahan 2027 dan berlanjut secara bertahap selama lima tahun berikutnya.

MEMBACA  Tan Xuguang: Saya Akan Bertindak Sebagai Menteri Logistik untuk Pelanggan Kami!

Sudiro menyebutkan investasi ini mencerminkan proses panjang dan komitmen kuat dari kedua belah pihak. Ayedh Dejem Group sebelumnya melakukan kunjungan lapangan ke Nusantara dan menandatangani perjanjian kerahasiaan pada 8 Mei 2025.

Beberapa pejabat OIKN juga hadir dalam penandatanganan, termasuk Deputi Pemberdayaan Sosial, Budaya, dan Masyarakat Alimuddin, serta perwakilan dari direktorat investasi, pembiayaan, dan sumber daya manusia.

Kemitraan ini, menurut OIKN, memperkuat visi Nusantara sebagai “Kota Dunia untuk Semua”, yang dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan mitra swasta global.

Berita terkait: Prabowo tegaskan komitmen pada pengembangan Nusantara sebagai proyek strategis

Berita terkait: Prabowo lakukan kunjungan presiden pertama ke ibu kota baru Nusantara

Penerjemah: Katriana
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar