Hamas Sampaikan Rincian Sisa Jasad Tawanan Terakhir Gaza ke Israel dan Mediator

Pasukan Israel Gelar Pencarian di Pemakaman Gaza untuk Jasad Tawanan Terakhir

Dipublikasikan pada 25 Jan 2026

Bagikan

Hamas mengklaim telah menyerahkan lokasi jasad tawanan terakhir di Gaza, prajurit Israel Ran Gvili, seiring dimulainya tahap kedua gencatan senjata di wilayah yang porak-poranda akibat perang tersebut.

Dalam pernyataan pada Minggu, juru bicara sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, menyatakan kelompoknya menyerahkan lokasi sisa-sisa Gvili dengan "transparansi mutlak", dan telah "memenuhi semua kewajiban kami sesuai kesepakatan gencatan senjata".

Rekomendasi Cerita

“Kami berkomitmen penuh untuk menutup berkas ini secara permanen dan tidak memiliki kepentingan untuk menunda-nunda. Sikap ini berakar dari kepedulian kami terhadap kepentingan rakyat kami. Bekerja dalam kondisi yang kompleks dan hampir mustahil, kami telah berhasil memulihkan dan menyerahkan sisa-sisa tawanan musuh dengan sepengetahuan para mediator,” ujar Abu Obeida.

“Kami menyerukan kepada para mediator ini untuk menjalankan tanggung jawab mereka dan memaksa okupasi [Israel] untuk melaksanakan apa yang telah disepakati.”

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi besar-besaran tengah berlangsung di sebuah pemakaman di Gaza Utara untuk menemukan sisa-sisa jasad. “Upaya ini akan berlanjut selama diperlukan,” tambah kantornya.

Militer Israel juga menyatakan bahwa operasi pencarian sedang dilakukan untuk mengambil tubuh Gvili dari area yang disebut "garis kuning" di Gaza, yang memisahkan wilayah antara lokasi pasukan Israel dan pejuang Palestina.

Gvili, seorang bintara di unit elit Yassam kepolisian Israel, tewas dalam aksi pada 7 Oktober 2023 selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel, dan jasadnya dibawa ke Gaza.

Namun, sebagai bagian dari proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza, Hamas diwajibkan mengembalikan semua tawanan, baik yang hidup maupun yang meninggal, dari wilayah terkepung itu ke Israel.

MEMBACA  Israel menargetkan rumah sakit di Gaza saat anggota parlemen memperpanjang keadaan darurat.

Di tengah kehancuran yang luas dan penolakan Israel untuk mengizinkan penggunaan alat berat, penemuan tawanan terakhir ini tertunda.

Meski belum menemukan tawanan tersebut, utusan khusus AS Steve Witkoff mengumumkan pekan lalu bahwa gencatan senjata kini beralih ke tahap kedua, yang kemungkinan akan membuka perlintasan perbatasan Rafah, rekonstruksi Jalur Gaza, serta pelucutan senjata Hamas.

Witkoff pada Minggu menyatakan bahwa dirinya dan menantu laki-laki Trump, Jared Kushner, telah bertemu Netanyahu di Israel sehari sebelumnya, terutama untuk membahas Gaza.

Sementara itu, serangan Israel terus berlanjut di seantero Gaza, dengan setidaknya tiga warga Palestina tewas dalam dua insiden terpisah, dan sebuah drone Israel melukai empat orang lainnya di Kota Gaza, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut pada Minggu.

Paramedis menyatakan pasukan Israel membunuh setidaknya dua orang di sebelah timur lingkungan Tuffah di Gaza Utara dan seorang pria berusia 41 tahun di Khan Younis di selatan.

Sebelumnya, pekerja medis mengatakan sebuah drone Israel meledak di atap sebuah bangunan berlantai banyak di Kota Gaza, melukai empat warga sipil di jalanan sekitarnya.

Tinggalkan komentar