Perumahan Sementara: Kunci Cegah Tinggal Berkepanjangan di Penampungan

Lubuk Basung (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan hunian sementara adalah komponen krusial dalam penanganan bencana. Hal ini agar para penyintas tidak perlu tinggal terlalu lama di tempat pengungsian setelah bencana melanda wilayah mereka.

“Hunian sementara merupakan elemen yang sangat penting agar para penyintas tidak harus berlama-lama di pusat evakuasi,” ujar Pratikno di Lubuk Basung usai meresmikan 117 unit hunian sementara di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (24 Jan).

Peresmian ini juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Agam Benni Warlis, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pratikno menyebutkan, pembangunan hunian sementara saat ini sedang berjalan di banyak lokasi di sejumlah kabupaten untuk memindahkan warga yang mengungsi ke tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Sebagian proyek hunian sementara telah selesai dan sudah dihuni oleh penyintas bencana. Hal ini memungkinkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan keluarga yang lebih normal sambil menunggu pembangunan rumah permanen.

“Sejumlah besar unit hunian sementara telah dibangun, dan beberapa penyintas sudah bisa kembali ke rumahnya,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Sumatra.

Komite pengarah satgas ini diketuai Menko PMK dan beranggotakan menteri koordinator lainnya, Panglima TNI, Kepala Polri, dan Menteri Keuangan.

Sementara komite pelaksana dipimpin Mendagri, dengan tim-tim sektoral yang dikepalai para menteri dan kepala lembaga. Mereka bertugas mempercepat pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi secepat mungkin dengan mandat "membangun kembali yang lebih baik".

Prosesnya dimulai dari infrastruktur, karena banyak jalan dan jembatan yang perlu diperbaiki.

MEMBACA  Seruan untuk Indonesia Bergabung dalam Rantai Pasok Chip Global demi Mendorong Ambisi AI

Upaya pemulihan juga mencakup perbaikan jaringan listrik, pasokan bahan bakar, lahan pertanian yang rusak, UMKM, serta pasar.

“Kami ingin masyarakat kembali ke rumahnya sendiri, tetapi kami juga ingin kondisi ekonomi mereka membaik. Pembangunan rumah permanen dipercepat secara paralel dengan pemulihan ekonomi,” jelas Pratikno.

Berita terkait: Sumatera Barat: Siswa belajar di tenda darurat setelah tembok roboh

Berita terkait: Indonesia siapkan Rp18,3 triliun untuk pemulihan bencana Sumatera Barat

Penerjemah: Altas, Azis Kurmala
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar