Sabtu, 24 Januari 2026 – 06:35 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menandakan cuaca basah masih perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Baca Juga :
Pramono Siap Ikuti Arahan Prabowo untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa
Prakirawan Cuaca BMKG Jatmiko menjelaskan bahwa prakiraan tersebut dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang disertai seruakan udara dingin atau cold surge dari daratan Asia. Fenomena ini mendorong terbentuknya daerah konvergensi angin di wilayah Jawa, yang berperan besar dalam meningkatkan potensi hujan.
Petugas Dishub mengatur arus lalu lintas di tengah banjir DI Panjaitan Jaktim
Baca Juga :
Pramono Salahkan Orang Masih Buang Sampah Sembarangan Jadi Penyebab Banjir Jakarta
Menurut analisis tim meteorologi BMKG, dinamika atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens dan merata. Dampaknya paling terasa di Jabodetabek, yang dalam beberapa hari terakhir dilanda hujan berdurasi panjang.
"Dalan sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Jabodetabek," kata Jatmiko dalam keterangannya dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.
Baca Juga :
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem yang Masih Mengancam Indonesia Akhir Januari 2026
Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan bahwa dalam 10 hari terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga ekstrem, di kawasan Jabodetabek. Curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari 2026 dengan intensitas mencapai 267 milimeter per hari. Sementara itu, pada Jumat kemarin hingga pukul 15.00 WIB, curah hujan tercatat sebesar 189 milimeter per hari.
Seiring prakiraan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak hujan lebat, seperti genangan, banjir, dan gangguan aktivitas harian, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.
Jatmiko menambahkan, dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan, meliputi Sumatera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
1.349 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Berikut Sebaran Wilayahnya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan ribuan warga mengungsi di sejumlah lokasi aman yang tersebar di sejumlah titik akibat banjir.
VIVA.co.id
24 Januari 2026