Indonesia Kian Menjadi Tanah Harapan dan Peluang

Jumat, 23 Januari 2026 – 08:38 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Danantara ditegaskan sebagai instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:
Prabowo Pamer Sekolah Asrama Gratis di WEF, Jadi Jurus Putus Garis Kemiskinan

Prabowo mengatakan bahwa selain perdamaian dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi juga memerlukan tata kelola negara dan pengelolaan modal yang efisien, khususnya dalam hal alokasi dan realokasi investasi.

"Pada Februari lalu, kami membentuk sovereign wealth fund kami, Danantara Indonesia," ujar Prabowo dikutip pada Jumat, 23 Januari 2026.

Baca Juga:
Usai Teken Piagam Board of Peace, Prabowo Yakin Penderitaan Rakyat Gaza Berkurang

Prabowo menjelaskan bahwa Danantara, yang merupakan energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia, mengelola aset mencapai US$1 triliun. Kehadiran Danantara menempatkan Indonesia sebagai mitra yang setara di hadapan komunitas global.

"Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda semua sebagai mitra yang setara," katanya.

Baca Juga:
Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF: Produksi Capai 59,8 Juta Porsi

Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga sebagai negeri yang semakin penuh dengan peluang ekonomi.

"Indonesia kini bukan hanya negeri yang damai dan stabil. Indonesia semakin menjadi negeri penuh peluang," ujarnya.

Presiden menyatakan Danantara dirancang sebagai instrumen investasi untuk membiayai industri-industri masa depan, seiring dengan tekad pemerintah mempercepat industrialisasi nasional.

Melalui Danantara, kata Presiden, Indonesia membuka ruang untuk investasi bersama dan pertumbuhan bersama dengan mitra global, khususnya di sektor-sektor strategis yang bernilai tambah tinggi. Untuk memastikan profesionalisme dan kredibilitas, Danantara dibangun dengan sistem pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional yang jelas.

MEMBACA  Cadangan Filipina menjadi sasaran kampanye pencemaran online

Saat ini, Danantara mengelola 1.044 badan usaha milik negara (BUMN), yang ke depannya akan dirasionalisasi menjadi sekitar maksimal 300 perusahaan. Prabowo juga membuka peluang bagi Danantara untuk merekrut eksekutif terbaik, termasuk warga negara asing, guna memastikan pengelolaan yang kompetitif dan berkelas dunia. (Ant)

Momen Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF Davos: Kami Akan Lampaui McDonald’s!

Dengan capaian tersebut, Prabowo secara lugas membandingkan skala MBG dengan McDonald’s, bahwa program nasional itu akan segera melampaui raksasa fast food global itu.

VIVA.co.id
23 Januari 2026

Tinggalkan komentar