Kamis, 22 Januari 2026 – 21:24 WIB
Jakarta, VIVA – Universitas Oso atau Unoso telah menyelenggarakan wisuda kedua mereka di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat, pada Kamis, 22 Januari 2026. Acara wisuda ini berlangsung dengan khidmat dan penuh perasaan haru.
Baca Juga:
Mahasiswa RI Ramai-ramai Serbu Blockchain, Ini Pemicunya
Upacara wisuda Unoso ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan Pendidikan Oso, Oesman Sapta (Oso) bersama istrinya, Serviati Oesman. Acara ini juga dihadiri oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD; akademisi Rocky Gerung; serta Gubernur Kalbar, Ria Norsan; dan Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan.
Yang turut hadir antara lain Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto; Rektor Unoso, Yarlina Yacoub; Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Garuda Wiko; mantan Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen (Purn), Gories Mere; serta unsur-unsur dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar.
Baca Juga:
Prabowo Minta Skema Penerimaan Beasiswa Dirombak, Ini Tujuannya
Pesan Oso untuk Wisudawan
Dalam sambutannya, Oso menyampaikan bahwa para wisudawan/wisudawati dan seluruh mahasiswa harus menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya untuk masyarakat daerah. Dia menegaskan bahwa mahasiswa harus selalu berpihak pada kebenaran.
Baca Juga:
Mahasiswa Gugat Pasal Demo Harus Izin Polisi di KUHP Baru ke MK
"Kepada para lulusan Unoso, teruslah bermanfaat untuk sesama, untuk kemajuan daerah," pesan Oso.
Menurut Oso, selain mencari ilmu lewat pendidikan dan buku, pengalaman sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri dan mencapai kesuksesan. Dia menekankan bahwa sistem pendidikan dan pengalaman itu sama-sama penting dan sangat dibutuhkan.
"Pendidikan itu sangat penting, tapi mahasiswa juga harus menempa diri dengan pengalaman. Anda harus berfikir tajam tentang bagaimana membangun sistem yang telah dipelajari. Untuk itu, Anda tidak hanya perlu membaca buku untuk lulus, tapi juga harus mencari pengalaman yang bisa menambah ilmu," tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa Unoso yang dibangunnya sengaja tidak berukuran besar. Alasannya, pihaknya tidak mengejar kuantitas, tetapi kualitas sumber daya manusia yang benar-benar mumpuni.
"Saya mau 50 sampai 100 orang saja, tapi yang berkualitas. Unoso harus membangun kualitas yang berasal dari Kalbar," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud MD menyampaikan selamat kepada Unoso yang dalam waktu 6 tahun telah melaksanakan dua kali wisuda resmi.
"Sangat produktif dalam menyediakan kaum terdidik yang memiliki idealisme dan siap membangun bangsa. Selamat kepada Unoso telah mengantar Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," ucap Mahfud.
Halaman Selanjutnya
Menurut Mahfud, setelah lulus dari laboratorium akademik, para wisudawan akan memasuki laboratorium kehidupan. Dia mengingatkan, kegagalan di laboratorium akademik masih bisa diperbaiki, namun kegagalan dalam laboratorium masyarakat seringkali tidak dapat diperbaiki.