Donald Trump sangat menginginkan Islandia. Maaf, maksudnya Greenland. Kurasa begitu?
Presiden berulang kali keliru menyebut kedua negara tersebut di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada hari Rabu. Padahal, belakangan ini ia banyak menghabiskan waktu dengan mengancam akan mengambil alih kepemilikan Greenland (wilayah otonom Denmark), bukan Islandia (negara Nordik).
"Ya ampun, dia sedang dalam misi penaklukan kekaisaran, tapi bahkan tak bisa mengingat apa yang ingin ditaklukkannya," komentar Stephen Colbert dalam The Late Show pada Rabu malam.
Dalam monolognya, pembawa acara itu menyoroti bahwa kekeliruan Trump yang berulang soal Greenland-Islandia telah ditunjukkan oleh koresponden Gedung Putih NewsNation, Libbey Dean, di X. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt membalas, "Pidato tertulisnya menyebut Greenland sebagai ‘seonggok es’ karena memang begitulah adanya. Hanya Anda yang mengacaukan segalanya di sini."
"Itu adalah propaganda Kelas Satu ala Big Brother," kata Colbert. "Seperti ditulis George Orwell dalam 1984, ‘Perang adalah perdamaian, kebebasan adalah perbudakan, Karoline Leavitt itu bodoh.’"