Harga gula dunia turun hari ini. Gula New York #11 (kontrak Maret) turun -1.54%. Gula putih London #5 juga turun -1.15%.
Penurunan ini terjadi karena produksi gula di India meningkat cepat. Asosiasi Pabrik Gula India (ISMA) melaporkan, produksi gula India periode Oktober hingga pertengahan Januari naik 22% dari tahun lalu, menjadi 15.9 juta ton.
Produksi gula di Brasil juga lebih tinggi. Laporan Unica menyebutkan produksi gula di wilayah Center-South Brasil hingga Desember naik 0.9% dibanding tahun sebelumnya. Lebih banyak tebu juga diolah menjadi gula daripada ethanol.
Prediksi surplus gula global membuat harga tertekan. Lembaga analisis Covrig meningkatkan perkiraan surplus gula dunia untuk tahun 2025/26. Namun, mereka memperkirakan surplus akan mengecil di tahun berikutnya karena harga rendah bisa mengurangi minat produksi.
Ada tanda-tanda produksi gula India akan sangat kuat. ISMA telah menaikkan perkiraan produksi gula India untuk tahun 2025/26. Penggunaan gula untuk bahan bakar ethanol juga dikurangi, yang berarti India mungkin bisa ekspor lebih banyak. India adalah produsen gula terbesar kedua di dunia.
Harga juga tertekan oleh kemungkinan India mengekspor gula lebih banyak. Pemerintah India disebutkan akan mengizinkan ekspor tambahan untuk mengurangi kelebihan persediaan di dalam negeri. Sebelumnya, India sudah punya sistem kuota untuk ekspor gula.
Brasil juga diperkirakan akan memproduksi gula dalam jumlah rekor. Lembaga perkiraan tanaman Brasil, Conab, telah menaikkan angka perkiraan produksi gula mereka.
Posisi spekulasi yang sangat besar di pasar gula London bisa memperburuk penurunan harga. Laporan terbaru menunjukkan dana investasi memiliki posisi beli yang sangat tinggi.
Di sisi lain, ada faktor yang mendukung harga. Produksi gula Brasil diperkirakan akan turun di tahun 2026/27, begitu juga dengan volume ekspornya.
Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan akan ada surplus gula di tahun 2025/26, setelah sebelumnya defisit. Surplus ini didorong oleh peningkatan produksi di India, Thailand, dan Pakistan. Pedagang gula Czarnikow juga meningkatkan perkiraan surplus global.
Thailand, produsen gula terbesar ketiga di dunia, juga diprediksi meningkatkan produksinya. Ini tentu saja memberi tekanan lebih pada harga gula.
Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan produksi gula global akan mencapai rekor baru di tahun 2025/26. Konsumsi gula juga diprediksi naik. Mereka juga meramalkan produksi gula Brasil, India, dan Thailand akan meningkat karena cuaca yang baik dan perluasan lahan.
Pada tanggal publikasi, penulis tidak memiliki posisi investasi di sekuritas mana pun yang disebut dalam artikel ini. Semua informasi hanya untuk tujuan edukasi. Artikel ini pertama kali terbit di Barchart.com.