Konten UGC dan Perspektif Pengguna Kini Merajai Media Sosial, Pamit Iklan yang Kaku

Kamis, 22 Januari 2026 – 09:49 WIB

Jakarta, VIVA – Pola pakai media sosial di Indonesia sudah berubah banget. Masa-masa iklan televisi yang terlalu sempurna mulai ditinggalin, diganti sama gelombang baru yang namanya User Generated Content (UGC). Fenomena ini nandain pergeseran besar dalam psikologi pemasaran: audiens sekarang lebih percaya "kata pengguna" daripada "kata brand".

Baca Juga:
Konsumen Industri Jasa Keuangan Gratis Ajukan Gugatan hingga Proses Pengadilan Selesai

Kalau kamu buka TikTok atau Instagram Reels sekarang, beranda kamu pasti dipenuhi video format "POV" (Point of View) atau "Review Jujur". Brand-brand besar sekarang nggak cuma pamer fitur produk secara kaku, tapi lebih milih narasi yang naro produk dalam situasi kehidupan sehari-hari.

Kekuatan Keaslian dan ‘Relate’

Baca Juga:
Kenaikan Fantastis! Harga RAM Dunia Meroket Hingga 500 Persen, Indonesia Ikut Terdampak

Kunci dari tren yang meledak ini adalah keaslian. Konten yang keliatan "mentah", direkam pakai kamera hp, dan dibawakan dengan bahasa santai, terbukti lebih nahan perhatian penonton dibanding iklan studio yang mahal banget.

Baca Juga:
Porsche Akui Salah Strategi pada Mobil Macan EV

"Masyarakat kita udah bosen dengan visual yang terlalu sempurna. Mereka cari validasi sosial yang nyata. Pas sebuah produk dikemas lewat cerita pengalaman pribadi atau POV yang relate sama masalah mereka, rasa percaya itu tumbuh lebih cepet," ujar seorang praktisi strategi konten digital di Jakarta.

Strategi ini nggak cuma efektif buat awareness, tapi juga konversi penjualan. Video sederhana yang nunjukin "POV: Akhirnya nemu solusi buat kulit kering" seringkali lebih ampuh ‘nge-racunin’ audiens daripada banner diskon gede-gedean.

Tantangan Awal buat Jadi Viral

Meski konten UGC punya potensi viral yang gede, tantangan utamanya tetep ada di awal, yaitu buat menembus algoritma. Konten bagus sering tenggelam kalau nggak dapet interaksi yang cukup di jam-jam pertama diunggah.

MEMBACA  Kacamata pintar yang dilengkapi Alexa ini mengalahkan Meta Ray-Bans dalam beberapa hal penting, dan sekarang dijual dengan harga $180.

Nah, di sinilah peran strategi pendukung dibutuhin. Buat memancing algoritma, beberapa pegiat digital manfaatkan layanan panel smm sebagai pemantik interaksi awal yang terukur. Penting buat kreator maupun brand buat nggak asal pilih, tapi pake layanan panel smm Indonesia yang dikelola secara profesional biar kesehatan akun terjaga, kayak yang ditawarin providersmm.id.

Tinggalkan komentar