Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan 32 bus untuk layanan bus sekolah gratis yang ramah disabilitas di Balai Kota, Rabu.
Gubernur Pramono Anung mengatakan, secara keseluruhan, layanan bus sekolah kota ini akan melayani hingga 41 ribu siswa di seluruh Jakarta.
“Hari ini, pemprov DKI Jakarta kembali meluncurkan angkutan sekolah ramah difabel. Kami mengerahkan 32 bus yang akan melayani lima rute baru dan menambah lima rute yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.
Anung menjelaskan, dengan penambahan 32 bus sekolah ramah disabilitas ini, siswa berkebutuhan khusus dapat berangkat ke sekolah dengan lebih mudah dan aman.
Program ini merupakan bagian dari upaya memastikan hak pendidikan untuk semua anak, termasuk penyandang disabilitas.
Sebagai kota global dan inklusif, Jakarta harus ramah terhadap difabel. “Semoga fasilitas bus ini bisa membantu anak-anak kita mencapai cita-citanya,” kata Anung.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memaparkan bahwa perluasan armada bus sekolah dilakukan melalui pengadaan 32 bus sekolah ramah disabilitas, terdiri dari 13 bus mikro dan 19 bus sedang.
Semua unit disiapkan untuk membuka lima rute baru yang telah menjalani uji coba operasional.
Penambahan ini bertujuan untuk menjangkau lima sekolah kebutuhan khusus lagi di seantero Jakarta, memastikan siswa disabilitas mendapat akses transportasi yang aman dan nyaman.
Kelima rute baru tersebut meliputi Rute Reguler 32 Yayasan Pendidikan Anak Cacat-Ciledug, Rute Zoning 12 Rusun Rawa Bebek-Rorotan, Rute Zoning 16 BNN Cawang-Cipinang via Jatinegara, Rute Zoning 17 Kampung Rambutan-Lebak Bulus, dan Rute Zoning 18 Permata Hijau-Lebak Bulus.
Setiap bus ramah disabilitas dilengkapi fasilitas khusus seperti wheelchair lift dan asisten di dalam bus. Bus berukuran sedang dapat memuat empat kursi roda dan sembilan kursi penumpang.
Sementara itu, bus mikro memiliki kapasitas dua kursi roda dan tujuh kursi penumpang. “Di dalam bus, terdapat pengemudi dan kru yang membantu siswa naik-turun serta mengoperasikan alat angkat kursi roda,” jelasnya.
Berita terkait: Pemerintah RI Janji Perluas Puskesmas Ramah Disabilitas
Berita terkait: Menteri Sosial Dorong Pendidikan Ramah Disabilitas
Penerjemah: Lifia, Kenzu
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026