Tahukah kamu bahwa beberapa orang tidak punya skor kredit? Jika tidak ada banyak informasi di laporan kreditmu, atau kamu lama tidak punya pinjaman atau kartu kredit, kamu mungkin tidak memiliki skor kredit. Ini juga dikenal dengan istilah ‘thin credit file’ atau berkas kredit yang tipis.
Menurut Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB), 9,8% orang dewasa tidak punya skor kredit karena berkas kredit mereka terlalu tipis. Jika kamu ada di grup ini, kamu akan kesulitan, atau bahkan tidak bisa, untuk hal seperti meminjam uang atau menyewa apartemen.
Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kredit tipis? Sebagai edukator keuangan dan mantan konselor kredit bersertifikat NFCC, saya telah membantu banyak orang menyelesaikan masalah kredit seperti ini. Teruslah baca untuk tahu cara yang saya rekomendasikan untuk membangun berkas kredit yang lebih lengkap.
Memiliki berkas kredit tipis artinya tidak ada cukup informasi di laporan kredit kamu untuk menghitung skor kredit. Ini juga disebut sebagai ‘unscorable’. Jika kamu punya berkas kredit tipis, penyebabnya salah satu dari dua hal ini:
**Kredit Tidak Cukup:** Tidak ada informasi yang cukup di laporan kreditmu untuk menghitung skor. Misalnya, akun yang dilaporkan tidak menunjukkan informasi pembayaran yang cukup. Ini bisa terjadi jika kamu hanya punya akun koleksi di laporanmu, atau baru saja membuka kartu kredit atau pinjaman pertama. Untuk punya skor FICO, kamu perlu setidaknya satu akun yang dilaporkan dalam enam bulan terakhir. Untuk VantageScore, kamu hanya perlu satu bulan.
**Kredit Basi:** Informasi di laporan kreditmu terlalu lama untuk digunakan menghitung skor kredit. Jika tidak ada aktivitas pembayaran yang dilaporkan pada kartu kredit atau pinjaman dalam enam bulan terakhir, kamu tidak akan punya skor FICO.
Berdasarkan temuan CFPB, 3,9% dari semua orang dewasa AS punya berkas tipis karena kredit tidak cukup, sementara 5,9% karena kredit basi.
Perlu diingat, punya berkas kredit tipis tidak sama dengan ‘tidak terlihat kredit’ (credit invisible). Kamu dianggap tidak terlihat kredit jika tidak punya laporan kredit dari tiga biro kredit (Experian, Equifax, atau TransUnion), biasanya karena tidak ada catatan kamu pernah menggunakan kredit konsumen sebelumnya.
Punya berkas kredit tipis bisa sama frustrasinya dengan punya kredit buruk. Kurangnya skor kredit akan menyulitkan, kalau bukan mustahil, untuk mendapatkan pinjaman dan kartu kredit yang terjangkau.
Bahkan, saat keadaan darurat keuangan terjadi, orang dengan berkas kredit tipis lebih mungkin mengambil pinjaman berbiaya tinggi, seperti pinjaman gajian (payday loans) atau uang muka tunai (cash advances). Sayangnya, “solusi” ini justru bisa memperburuk keadaan darurat. Sementara pinjaman pribadi punya APR rata-rata sekitar 11%, suku bunga pinjaman gajian biasanya sekitar 400% APR.
Tantangan lain yang mungkin dihadapi dengan kredit tipis termasuk sulit disetujui untuk sewa apartemen dan sulit diterima kerja yang memerlukan pemeriksaan kredit.
Menurut CFPB, ada beberapa kelompok demografis dengan tingkat kredit tipis yang sangat tinggi. Mereka termasuk:
**Penghasilan Rendah:** Semakin rendah pendapatanmu, semakin besar kemungkinan punya berkas kredit tipis. Tinggal di lingkungan berpenghasilan rendah juga bisa jadi faktor pengaruh.
**Kelompok Minoritas:** Konsumen kulit hitam dan Latino, yang secara historis sulit mengakses sistem keuangan, lebih mungkin punya berkas kredit tipis daripada konsumen kulit putih.
**Penduduk Selatan AS:** Orang yang tinggal di wilayah Selatan lebih mungkin punya berkas tipis daripada orang dewasa AS lainnya. Negara bagian dengan persentase penduduk ‘unscorable’ terbesar adalah Mississippi.
Baca lebih lanjut: Peta ini menyoroti skor kredit rata-rata di setiap negara bagian
Kunci untuk membangun berkas kreditmu adalah menambah informasi baru ke laporan kreditmu. Saya rekomendasikan mulai dari atas daftar ini dan turun sampai kamu temukan satu atau lebih opsi yang bisa membantu mempertebal berkasmu:
**1. Periksa Kesalahan Laporan Kredit**
Ada kemungkinan kamu punya berkas kredit tipis karena kesalahan. Misalnya, jika ada anggota keluarga dengan nama sama, beberapa akun kreditmu bisa saja salah masuk ke laporan kredit mereka. Untuk mengecek ada kesalahan atau tidak, kamu bisa ambil laporan kredit gratis dari AnnualCreditReport.com. Kamu berhak mendisput kesalahan dan kelalaian laporan kredit secara gratis dan memperbaikinya.
**2. Jadilah Pengguna Terotorisasi**
Jika kamu buka pinjaman atau kartu kredit sendiri, bisa butuh enam bulan atau lebih sebelum dapat skor kredit pertama. Daripada menunggu lama, minta tolong pasangan atau keluarga. Jika kredit mereka bagus, minta tambahkan kamu sebagai pengguna terotorisasi di satu atau lebih kartu kredit mereka. Akun kartu kredit mereka akan muncul di laporan kreditmu. Kamu tidak perlu pakai kartunya untuk strategi ini bekerja.
Baca lebih lanjut: Cara membangun kredit anakmu sebelum mereka berusia 18 tahun
**3. Dapatkan Kartu Kredit Terjamin (Secured Card)**
Jika tidak ada keluarga yang bisa menambahkanmu, saya rekomendasikan cek ke credit union lokal untuk lihat apakah mereka menawarkan kartu kredit terjamin. Kartu ini dirancang untuk orang dengan kredit buruk atau tidak ada; kamu bayar deposit jaminan kecil di depan, yang menjadi batas kreditmu. Jika selalu bayar tepat waktu, kamu bisa dinaikkan ke kartu tradisional nantinya.
**4. Pertimbangkan Pinjaman Pembangun Kredit (Credit-Builder Loan)**
Produk lain yang dibuat untuk bantu orang dengan masalah kredit adalah pinjaman pembangun kredit. Uang pinjamannya disimpan di rekening tabungan sementara kamu bayar cicilan tetap setiap bulan (biasanya 6 sampai 24 bulan). Setiap pembayaran dilaporkan ke biro kredit, membantu membangun riwayat pembayaran positif. Setelah lunas, dananya diberikan kepadamu.
**5. Hati-hati dengan Kartu Kredit Toko**
Kartu kredit toko adalah kartu kredit yang hanya bisa dipakai di satu perusahaan ritel. Produk ini lebih mudah disetujui daripada kartu kredit biasa, tapi harus dipakai hati-hati. Kartu toko dikenal bisa tingkatkan pengeluaran untuk barang bukan kebutuhan, dan kebanyakan kartu ini punya suku bunga di atas 30%.