Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial Indonesia telah mulai mengirimkan bantuan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan pada Selasa di Jakarta bahwa bantuan tersebut mencakup 500 paket makanan siap saji, 100 paket makanan anak, 200 paket lauk pauk, dan lima tenda keluarga.
Beliau juga menyebutkan pengiriman 50 tenda lipat, lima tenda keluarga lagi, satu tenda serbaguna, 75 kasur, 100 selimut, 100 paket perlengkapan keluarga, 100 paket keperluan anak, serta 100 paket pakaian anak.
Menurut beliau, kiriman bantuan ini digerakkan melalui gudang Dinas Sosial Jawa Barat untuk warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Cibeet dan Citarum.
Menteri menambahkan bahwa selain mendistribusikan barang dan peralatan penting, pihaknya telah melakukan asesmen cepat di area terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.
“Kementerian Sosial berkomitmen memastikan bantuan sampai ke korban banjir di Karawang. Kami juga akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk mendukung upaya tanggap bencana yang efektif, cepat, dan tepat sasaran,” tegas Yusuf.
Selain itu, beliau menekankan bahwa Dinas Sosial Karawang telah mendirikan dapur umum di markas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Karawang pada Senin (19 Jan). Fasilitas ini mampu memproduksi 1.100 porsi makanan per hari.
Yusuf lebih lanjut melaporkan bahwa banjir telah mengakibatkan 2.562 orang dari 854 KK terdampak. Sebanyak 470 korban mengungsi di Desa Karangligar, sementara sisanya mengungsi ke rumah saudara.
Berita terkait: Indonesia tingkatkan bantuan darurat saat banjir landa ribuan warga di Pati
Berita terkait: Menteri Kesehatan targetkan pemulihan penuh di zona banjir Sumatra pada Maret
Berita terkait: Presiden Prabowo perintahkan respons banjir darurat saat hujan deras landa Jawa
Penerjemah: Hana Dewi, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026