Terkadang konten di TikTok bersifat politis. Terkadang ia sangat praktis. Dan di kesempatan lain, platform ini hanya menawarkan keluguan yang mendalam.
Yang terakhir itulah yang menantimu di FYP melalui tren terbaru yang melanda platform: orang-orang yang menirukan burung hantu. Namun perlu dicatat, para kreator TikTok tak sekadar memerankan hantu; mereka juga menirukan orang-orang yang sedang menirukan burung hantu.
Ambil contoh @lukefranchina, yang memberikan impresi seekor burung hantu seandainya ia adalah Jennifer Coolidge. Hasilnya sangat tepat.
Ada pula @diaryofdevin sebagai burung hantu, seandainya pinggul burung itu tak pernah berbohong. Dan @the_nickdarnell menghadirkan burung hantu dengan proporsi khas Chris Tucker.
Tren ini semakin mengerucut pada hal-hal yang sangat spesifik, dengan @bemoregaytho yang memerankan impresi sempurna seekor burung hantu yang sedang ‘membuka tuck’-nya di belakang panggung RuPaul’s Drag Race sementara juri sedang berdiskusi.
Lalu ada @ashleybluedefxo yang menjajal seluruh spektrum burung hantu ‘pop girly’ dari Ariana Grande hingga Charli xcx.
Featured Video For You
AI slop is killing the internet
Banyak juga di TikTok yang memilih untuk menirukan suara “huu” khas burung hantu dengan berbagai aksen dari seluruh dunia, yang terasa seperti usaha berisiko di atas es tipis. Namun, tak sedikit komedi situasional yang menghibur bermunculan — bahkan Netflix turut serta. Pada saat artikel ini ditulis, tagar #owl telah memiliki lebih dari 561.000 video, yang perlahan didominasi oleh peniruan burung nokturnal mulia ini, meski konten biasa tentang burung hantu tetaplah ada.
Mengingat siklus berita 24 jam belakangan ini yang begitu padat, kita memilih untuk sekadar menikmati tren TikTok yang luar biasa konyol ini, dengan segala daya pelariannya, bagaikan John Hamm di tengah lantai dansa.