BPOM Soroti Pentingnya Standar Keamanan dalam Maraknya Tren Kosmetik Lokal

Senin, 19 Januari 2026 – 23:52 WIB

Surabaya, VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekali lagi menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri. Tujuannya untuk memastikan keamanan, kualitas, dan kepatuhan produk kosmetik yang ada di pasaran. Upaya ini dianggap sangat penting, apalagi dengan banyaknya pertumbuhan usaha kosmetik skala kecil dan menengah di Indonesia.

Isu keamanan kosmetik harus diperhatikan serius karena produk yang tidak memenuhi standar bisa langsung berpengaruh pada kesehatan kulit masyarakat. Karena itu, pembinaan regulasi dan edukasi sejak tahap produksi dinilai sebagai langkah pencegahan untuk melindungi konsumen. Yuk, scroll untuk informasi lebih lanjut!

Komitmen ini terlihat dari peresmian Coaching and Development Centre UMKM Kosmetik di Surabaya, yang melibatkan BPOM sebagai mitra strategis. Pusat pembinaan ini diharap bisa menjadi tempat edukasi bagi pelaku UMKM kosmetik agar paham standar keamanan, mutu, dan peraturan yang berlaku.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci untuk menciptakan produk kosmetik yang aman dan bisa bersaing.

“Kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri adalah kunci dalam penguatan ekonomi. Kolaborasi BPOM dengan KOSMESIA diharapkan bisa menciptakan UMKM kosmetik yang unggul dan berdaya saing,” kata Taruna Ikrar dalam keterangannya, dikutip Senin 19 Januari 2026.

Melalui pendampingan ini, BPOM mendorong pelaku UMKM kosmetik agar tidak hanya fokus pada tren pasar, tapi juga mengutamakan aspek keamanan bahan, proses produksi yang baik, serta kepatuhan terhadap standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).

Pendekatan ini sejalan dengan usaha meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, mengingat produk kosmetik bersentuhan langsung dengan kulit dan dipakai dalam jangka panjang. Edukasi yang tepat diharap bisa mengurangi peredaran produk ilegal atau tidak terdaftar yang berpotensi membahayakan kesehatan.

MEMBACA  Tindakan Indonesia Perkuat Keamanan Sekolah Pasca Tragedi Sidoarjo

Founder KOSMESIA, Shandy Purnamasari, menyampaikan bahwa peresmian pusat pembinaan ini adalah bagian dari tanggung jawab industri dalam mendukung regulasi kesehatan.

“Di ulang tahun Kosmesia ke-7 ini kami artikan sebagai fase untuk semakin bertanggung jawab dan berdampak. Inisiatif ini juga untuk mampu mendampingi pelaku usaha secara terstruktur dalam meningkatkan standarisasi produk, kualitas produksi dan pengembangan bisnis agar bisa memenuhi regulasi serta arahan BPOM,” ujar Shandy.

Selain pembinaan UMKM, pendekatan berbasis teknologi juga dianggap bisa membantu meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Penggunaan sistem berbasis kecerdasan buatan, contohnya, dapat membantu proses konsultasi formulasi dan produksi supaya sesuai standar keamanan.

Tinggalkan komentar