Rupiah Tertekan, Beban Ekonomi Membelit Kelas Menengah Indonesia

Senin, 19 Januari 2026 – 10:01 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Baca Juga:
Bursa Asia Loyo Terguncang Ancaman Trump ke Eropa Soal Greenland

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.880 per Kamis, 15 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 9 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.871 pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 19 Januari 2026 hingga pukul 09.51 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 16.919 per dolar AS. Posisi itu melemah 32 poin atau 0,19 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.887 per dolar AS.

Baca Juga:
Terkendalinya Inflasi Topang Konsumsi Domestik dan Pertumbuhan di Awal 2026

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan didominasi oleh kelas menengah. Namun, kelas menengah di Indonesia mengalami kondisi tertekan dan bergerak menuju ke kelompok rentan.

Baca Juga:
Rupiah Menguat di Tengah Optimisme Purbaya soal Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Stimulus yang lebih banyak perlu diberikan kepada kelas menengah untuk menjaga kondisi daya belinya. Sebab, kelas menengah merupakan kelompok yang terhimpit di tengah kondisi gejolak perekonomian, padahal merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi.

Stimulus ekonomi pemerintah diketahui kerapkali lebih banyak digelontorkan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah atau kelompok miskin. Di antaranya seperti bantuan sosial (bansos), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai (BLT).

MEMBACA  Pertamina Menyelenggarakan Bersih Pantai di Tuban untuk Peduli Kesehatan & Lingkungan

Sementara untuk kalangan menengah, di antaranya seperti yang baru-baru ini ditetapkan pemerintah yakni insentif pajak penghasilan (PPh) 21 bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata, dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan.

Namun, stimulus itu baru diberlakukan bagi lima sektor yakni industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan barang dari kulit, serta sektor pariwisata.

Ibrahim menambahkan, pemerintah juga perlu untuk memperluas atau memperbanyak bentuk stimulus untuk kalangan menengah. Bahkan, kelompok kelas menengah juga perlu memperoleh stimulus yang serupa, dengan stimulus yang digelontorkan untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.890 – Rp 16.920," ujarnya.

Sebagai informasi, ketegangan antara AS dan Iran mereda setelah Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah diyakinkan, jika otoritas Iran akan berhenti membunuh para demonstran. Trump juga percaya saat ini tidak ada rencana untuk eksekusi skala besar, yang meredakan kekhawatiran bahwa Washington sedang mempersiapkan respons militer segera terhadap demonstrasi menentang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman Selanjutnya

AS mengisyaratkan pembicaraan positif dengan Venezuela, setelah Presiden AS mengatakan bahwa Dia berbicara pada hari Kamis sebelumnya dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan panggilan tersebut sebagai sangat positif.

Tinggalkan komentar