Senegal Juara Piala Afrika 2025 Usai Taklukkan Maroko 1-0

Senin, 19 Januari 2026 – 08:16 WIB

Rabat, VIVA – Timnas Senegal akhirnya keluar sebagi juara Piala Afrika 2025 usai menaklukan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang penuh kontroversi dan ketegangan.

Baca Juga :
Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Final Piala Afrika 2025: Timnas Senegal vs Timnas Maroko

Pertandingan puncak yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin dini hari, 19 Januari 2026 diwarnai drama VAR, aksi walk out pemain, hingga kegagalan penalti di menit krusial.

Gol semata wayang Senegal dicetak oleh Pape Gueye pada babak tambahan pertama, tepatnya menit ke-94. Gol tersebut memastikan Singa Teranga meraih gelar Piala Afrika kedua sepanjang sejarah, setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2021.

Baca Juga :
Final Piala Afrika 2025: Timnas Maroko Beri Peringatan Keras pada Senegal

Bagi Maroko, kekalahan ini memperpanjang penantian panjang mereka untuk kembali mengangkat trofi Piala Afrika. Terakhir kali Atlas Lions meraih gelar juara adalah pada 1976 silam.

Sejak menit awal, Senegal tampil lebih berani mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir melalui sundulan Pape Gueye, namun masih bisa diamankan kiper Maroko, Yassine Bounou. Tekanan Senegal berlanjut lewat Iliman Ndiaye, tetapi lagi-lagi Bounou tampil sigap di bawah mistar.

Baca Juga :
Akhir Penantian! Arne Slot Ungkap Waktu Kembalinya Mohamed Salah ke Liverpool Usai Piala Afrika

Final Senegal vs Maroko di Piala Afrika 2025

Maroko baru memberikan respons di babak kedua. Ayoub El Kaabi sempat melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun bola melenceng tipis dari gawang Edouard Mendy. Kesempatan emas lainnya hadir lewat Abde Ezzalzouli, tetapi sepakan winger muda tersebut masih melambung di atas mistar.

MEMBACA  Prabowo Pertimbangkan Pembatasan Game Online Usai Ledakan di Sekolah Jakarta

Ketegangan memuncak saat laga memasuki masa injury time babak kedua. Senegal sempat mencetak gol, namun wasit menganulirnya karena pelanggaran lebih dulu. Tak lama berselang, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko usai VAR menilai Brahim Diaz dilanggar di kotak terlarang.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Senegal. Sejumlah pemain bahkan sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan. Pertandingan terhenti lebih dari 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.

Brahim Diaz yang maju sebagai eksekutor penalti gagal menjalankan tugasnya. Tendangan penalti dengan gaya Panenka yang dilepaskan gelandang Real Madrid itu berhasil diamankan dengan tenang oleh Edouard Mendy. Stadion pun bergemuruh, sementara momentum pertandingan kembali berubah.

Memasuki babak tambahan, Senegal tampil lebih efektif. Skema serangan balik cepat pada menit ke-94 berujung gol Pape Gueye, yang melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Maroko tanpa mampu dijangkau Bounou.

Halaman Selanjutnya

Tertinggal satu gol, Maroko meningkatkan intensitas serangan. Nayef Aguerd nyaris menyamakan skor lewat sundulan yang membentur mistar, sementara Youssef En Nesyri juga gagal memanfaatkan peluang lewat sundulan jarak dekat. Senegal bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Tinggalkan komentar