Jakarta (ANTARA) – Lebih dari 90 Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran, telah dipulangkan dari Arab Saudi dengan bantuan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Konsulat Jenderal di Jeddah.
“Sekitar 95 WNI kembali ke tanah air dari pusat detensi imigrasi Mekah, terdiri dari 11 laki-laki dan 84 perempuan,” menurut pernyataan Kemenlu pada Jumat (16 Januari).
Kemenlu juga memfasilitasi repatriasi satu WNI yang mengalami kelumpuhan akibat penyakit.
Kesemuanya 96 WNI tiba di Jakarta dengan penerbangan Saudi Arabian Airlines pada Jumat pukul 9 pagi waktu setempat, catat kementerian tersebut.
Menurut Kemenlu, pemulangan ini merupakan hasil kerja intensif antara Konjen dan tim perlindungan dan layanan Kemenlu.
Mereka telah memberikan layanan konsuler, berkoordinasi dengan otoritas Saudi untuk repatriasi, dan mengeluarkan “Surat Perjalanan Laksana Paspor” (SPLP) bagi WNI.
Setibanya di Indonesia, Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu melanjutkan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta pihak bea cukai dan imigrasi untuk langkah selanjutnya.
Kemenlu menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan perlindungan, layanan, dan pendampingan optimal bagi WNI dimanapun berada, termasuk yang menghadapi masalah di luar negeri atau dideportasi kembali ke Indonesia.
Dalam pidato pers tahunannya pada Rabu (14 Januari), Menlu Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah telah memulangkan 27.768 WNI sepanjang tahun 2022.
Mereka dipulangkan dari berbagai kondisi darurat, termasuk konflik bersenjata, atau diselamatkan dari kejahatan, seperti perjudian daring dan penipuan online, ungkapnya.
Sugiono menyatakan bahwa perlindungan WNI adalah pilar utama diplomasi Indonesia, sesuai UUD 1945 yang menyatakan pemerintah “wajib melindungi segenap bangsa Indonesia.”
Berita terkait: Indonesia repatriates 152 citizens deported from Saudi Arabia
Berita terkait: Saudi Arabia to be test ground for worker placements in ME: govt
Berita terkait: Saudi employers to open deposits for Indonesian workers: govt
Penerjemah: Cindy Frishanti O, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026