Harga Pesawat ATR 42-500 Tembus Ratusan Miliar Andalan Operator Charter untuk Meraih Keuntungan

Minggu, 18 Januari 2026 – 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Pesawat ATR 42-500 dikenal sebagai pesawat regional yang efisien dengan nilai ekonomi tinggi di dunia penerbangan. Dari segi harga hingga biaya operasi, pesawat yang dibuat dari tahun 1994 sampai 2012 ini jadi pilihan favorit buat operator yang cari efisiensi dan fleksibilitas untuk rute jarak menengah.

Baca Juga :
Manajemen Bandara Adisutjipto Tegaskan Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 sesuai Prosedur

Menurut data dari Aero Corner, harga pesawat ATR 42-500 baru bisa capai sekitar US$12 juta atau kira-kira Rp 202,9 miliar (estimasi kurs Rp 16.910 per dolar AS). Tapi di pasar bekas, harganya lebih kompetitif. Rata-rata pesawat bekas jenis ini dijual sekitar US$4,5 juta atau Rp 76 miliar, begitu data dari Aircraft Cost Calculator. Harganya tergantung kondisi pesawat, jam terbang, dan konfigurasi kabinnya.

Baca Juga :
Spesifikasi Lengkap Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros, Kantor Terbang Berkelas dengan Kabin Mewah

Dari sisi pembiayaan, pesawat turboprop yag diproduksi dari 1994 hingga 2012 ini dinilai cukup terjangkau untuk maskapai regional atau operator charter. Dengan skema pinjaman US$2,25 juta selama 120 bulan, cicilan per bulannya ada di kisaran US$112.823, termasuk bunga bulanan sekitar US$9.375.

Baca Juga :
Daftar Harga Mobil Toyota Terbaru 2026

Efisiensi biaya adalah daya tarik utama pesawat ini. Berdasarkan estimasi operasional 450 jam terbang per tahun dan harga bahan bakar US$6 per liter, total biaya variabel ATR 42-500 mencapai US$1,58 juta per tahun. Sementara biaya tetapnya sekitar US$605.996 per tahun. Jadi, total anggaran operasional tahunannya sekitar US$2,19 juta. Kalau dirinci, biaya operasional per jamnya setara US$4.874, yang tergolong kompetitif di kelas pesawat turboprop regional.

MEMBACA  Negara Eropa Ini Memberikan Diskon Liburan untuk Pensiunan

Secara performa, ATR 42-500 bisa terbang sampai ketinggian maksimum 25.000 kaki dengan kecepatan jelajah sekitar 300 knot. Jarak tempuh maksimalnya sampai 4.280 kilometer dengan kursi penuh, membuatnya ideal untuk rute domestik dan regional. Pesawat ini bisa mengangkut sampai 46 penumpang selain kru. Pesawat baling-baling ini juga menawarkan interior kelas atas dengan material pilihan untuk suasana kabin yang berkelas.

Kombinasi harga beli yang relatif murah dan biaya operasional yang efisien bikin ATR 42-500 tetap relevan secara bisnis, walaupun produksinya sudah dihentikan. Gak heran kalau pesawat ini masih jadi aset berharga bagi pelaku industri penerbangan yang mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan operasional.

Tinggalkan komentar