Reuters / Getty Images / EPA
Ajay Banga, Jared Kushner, dan Steve Witkoff termasuk dalam anggota komite tersebut.
Gedung Putih telah merilis nama-nama anggota yang akan membentuk “Dewan Perdamaian” baru administrasi Trump untuk Gaza.
Dengan presiden AS sebagai ketua, Dewan Eksekutif pendiri akan mengawasi kerja suatu komite teknokrat yang ditugaskan dengan pemerintahan sementara Gaza—serta rekonstruksinya.
Setiap anggota dewan eksekutif diharapkan untuk menangani suatu portofolio yang akan “sangat krusial bagi stabilisasi Gaza,” tambah Gedung Putih. Namun, belum jelas siapa yang akan bertanggung jawab untuk prioritas yang mana.
Tidak ada perempuan maupun warga Palestina yang diumumkan di tingkat tinggi ini, namun Gedung Putih menyatakan bahwa anggota tambahan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.
Lalu, siapakah yang berada dalam Dewan Eksekutif pendiri?
Sir Tony Blair
BBC/Monika Ghosh
Mantan Perdana Menteri Inggris Sir Tony Blair telah lama disebut-sebut sebagai calon anggota “Dewan Perdamaian” Trump, dengan presiden AS mengonfirmasi sejak September lalu bahwa Blair telah menyatakan minat untuk bergabung dalam badan tersebut.
Mantan pemimpin Partai Buruh ini menjadi perdana menteri Inggris dari 1997 hingga 2007 dan membawa negara tersebut ke dalam Perang Irak pada 2003, suatu keputusan yang berarti kehadirannya di dewan bisa dipandang kontroversial oleh sebagian kalangan.
Setelah meninggalkan jabatan, ia menjabat sebagai utusan Timur Tengah untuk Kuartet kekuatan internasional—Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, AS, dan Rusia—dari 2007 hingga 2015.
Sir Tony merupakan satu-satunya anggota pendiri dewan eksekutif yang bukan warga negara AS.
Ia sebelumnya menggambarkan rencana Trump untuk Gaza sebagai “peluang terbaik untuk mengakhiri dua tahun perang, kesengsaraan, dan penderitaan”.
Dalam suatu pernyataan, Sir Tony mengatakan dirinya “terhormat” untuk dinamaikan dalam dewan, dan berterima kasih kepada Presiden Trump atas kepemimpinannya dalam membentuk kelompok ini.
Marco Rubio
Getty Images
Sebagai Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio merupakan figur sentral dalam pendekatan kebijakan luar negeri administrasi Trump.
Sebelum Trump kembali berkuasa, Rubio sempat bersuara menentang gencatan senjata di Gaza, dengan menyatakan bahwa ia ingin Israel “menghancurkan setiap elemen Hamas yang dapat mereka tangkap”.
Namun sejak itu, ia memuji fase pertama kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang ditandatangani pada Oktober sebagai rencana “terbaik” dan “satu-satunya”.
Juga pada Oktober, Rubio mengkritik langkah parlemen Israel menuju aneksasi Tepi Barat yang diduduki.
Steve Witkoff
Reuters
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, seorang magnat properti dan partner golf Trump, juga akan duduk dalam dewan.
Awal bulan ini, Witkoff mengumumkan dimulainya fase dua rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, menambahkan bahwa fase tersebut akan mencakup rekonstruksi dan demiliterisasi penuh Gaza—termasuk pelucutan senjata Hamas.
Ia menambahkan bahwa ia berharap Hamas “memenuhi sepenuhnya kewajibannya” di bawah kesepakatan, atau akan menghadapi “konsekuensi serius”.
Witkoff telah menjadi figur sentral dalam upaya pimpinan AS untuk merundingkan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, termasuk mengadakan pertemuan lima jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Desember lalu.
Jared Kushner
EPA
Jared Kushner, menantu presiden AS, juga telah memainkan peran kunci dalam negosiasi kebijakan luar negeri administrasi Trump.
Bersama Witkoff, Kushner kerap berperan sebagai mediator AS untuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Gaza.
Pada November lalu, ia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas poin-poin kunci yang mentok dalam kesepakatan damai.
Dalam suatu kuliah di Universitas Harvard pada 2024, Kushner mengatakan “properti tepi laut Gaza bisa sangat berharga… jika masyarakat fokus membangun mata pencaharian.”
Marc Rowan
Getty Images
Miliarder Marc Rowan adalah CEO Apollo Global Management, sebuah firma ekuitas swasta besar yang berkantor pusat di New York.
Rowan sempat dianggap sebagai calon untuk menjadi Menteri Keuangan AS pada periode kedua Trump.
Ajay Banga
Getty Images
Ajay Banga, Presiden Bank Dunia, telah memberi nasihat kepada sejumlah politisi senior AS, termasuk Presiden Barack Obama, selama karier panjangnya.
Lahir di India pada 1959, Banga menjadi warga negara AS pada 2007, dan kemudian menjabat sebagai CEO Mastercard selama lebih dari satu dekade.
Mantan Presiden AS Joe Biden menominasikannya untuk memimpin Bank Dunia pada 2023.
Robert Gabriel
Robert Gabriel, seorang penasihat keamanan nasional AS, akan menjadi anggota terakhir dari “dewan eksekutif pendiri”.
Gabriel telah bekerja dengan Trump sejak kampanye presiden 2016, tak lama setelah itu, menurut PBS, ia menjadi asisten khusus bagi Stephen Miller, salah satu penasihat kunci Trump saat ini lainnya.
Nickolay Mladenov
Getty Images
Pernyataan Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Nickolay Mladenov, seorang politisi Bulgaria dan mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, akan menjadi perwakilan dewan di lapangan di Gaza.
Ia akan mengawasi suatu komite teknokrat Palestina terpisah beranggotakan 15 orang, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), yang bertugas mengelola pemerintahan harian Gaza pascaperang.
NCAG akan dipimpin oleh Ali Shaath, seorang mantan wakil menteri di Otoritas Palestina (PA) yang mengelola bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki yang tidak di bawah kendali Israel.