Susunan Pemain Liverpool dengan Formasi Andalan Xabi Alonso

Sabtu, 17 Januari 2026 – 00:10 WIB

VIVA – Spekulasi tentang masa depan kursi pelatih Liverpool kembali menguat setelah muncul nama Xabi Alonso. Mantan gelandang The Reds itu sedang di persimpangan karir, setelah masa kerjanya yang singkat bersama Real Madrid berakhir. Hal ini membuka peluang untuk petualangan barunya di level elit Eropa.

Baca Juga:
Jika Latih Real Madrid, Ini Susunan Pemain Impian Juergen Klopp untuk Musim 2026-27

Sementara Arne Slot masih mempertahankan rekor tak terkalahkan Liverpool, tanda tanya tentang kecocokannya untuk jangka panjang tetap ada. Dalam konteks inilah, ide untuk mendatangkan kembali Alonso, dengan identitas taktik yang sudah terbukti, mulai dibicarakan lagi di Merseyside.

Xabi Alonso saat ini tanpa klub dan berada di posisi ideal untuk menunggu proyek yang sesuai dengan visinya. Meskipun tidak sepenuhnya berhasil menerapkan ide taktiknya di Real Madrid, reputasinya sebagai pelatih elit tidak pernah memudar. Terutama setelah kesuksesan sensasionalnya bersama Bayer Leverkusen.

Baca Juga:
Terpopuler: Xabi Alonso Jadi Rebutan 4 Raksasa Liga Inggris, Bojan Hodak Bongkar Dua Masalah Serius Persib


Foto: ANTARA/Xinhua/Gustavo Valiente/aa.

Di sisi lain, Arne Slot memang berhasil membawa Liverpool melewati masa sulit dengan catatan 11 pertandingan tanpa kekalahan. Namun, performa itu belum sepenuhnya menghilangkan keraguan tentang kemampuannya memaksimalkan skuat baru The Reds untuk jangka panjang.

Baca Juga:
Xabi Alonso Gak Kuat, Zinedine Zidane Bongkar Kunci Bertahan di Real Madrid

Jika Liverpool benar-benar mempertimbangkan untuk berganti haluan, gaya bermain Alonso dengan formasi 3-4-2-1 menawarkan gambaran yang menarik. Skema ini terbukti sangat sukses di Leverkusen dan berpotensi memberikan solusi struktural untuk beberapa masalah Liverpool saat ini.

MEMBACA  Tiga Pemda dengan Penempatan Dana Terbesar di Bank, DKI Jakarta Pimpin Rp14,68 Triliun

Di bawah mistar gawang, posisi Alisson Becker hampir tidak tergantikan. Pergantian sistem tidak akan mengubah statusnya sebagai kiper utama, meskipun Giorgi Mamardashvili diproyeksikan sebagai penerusnya nanti.

Lini belakang dengan tiga bek akan menjadi area yang krusial. Joe Gomez berpeluang mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten, terutama karena kurangnya pilihan bek tengah yang benar-benar fit. Sementara itu, Virgil van Dijk mungkin diuntungkan oleh sistem yang memberinya perlindungan ekstra, seiring dengan pertimbangan faktor usianya.

Ibrahima Konate masih menjadi teka-teki. Meski menunjukkan peningkatan, dia sering terlibat dalam momen krusial yang merugikan tim. Namun, keterbatasan jumlah bek membuatnya tetap menjadi pilihan yang realistis.

Sektor wingback menjadi ciri khas utama sistem Alonso. Jeremie Frimpong, yang lebih mirip pemain sayap daripada bek, sangat cocok dengan peran ini. Meski begitu, kompatibilitasnya dengan Mohamed Salah masih menjadi tanda tanya. Di sisi yang lain, Milos Kerkez dinilai memiliki profil menyerang yang sesuai dengan tuntutan sistem, meski konsistensinya masih perlu dibuktikan.

Halaman Selanjutnya

Di lini tengah, transformasi Ryan Gravenberch menjadi gelandang bertahan memberikan fondasi solid yang bisa tetap efektif dalam sistem berbeda. Dominik Szoboszlai, dengan energi dan fleksibilitasnya, menjadi aset ideal untuk pelatih mana pun—baik sebagai gelandang box-to-box maupun pemain yang didorong lebih maju.

Tinggalkan komentar