Jumat, 16 Januari 2026 – 21:16 WIB
Jakarta, VIVA – Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Gema Bangsa) secara resmi akan mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru yang siap ikut serta dalam kontestasi Pemilu 2029.
Deklarasi rencananya akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Joko Kanigoro, menjelaskan bahwa deklarasi ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya partai tersebut.
"Tanggal 17 Januari 2025, para pendiri dan inisiator melaunching Partai Gema Bangsa. Dan pada Sabtu, 17 Januari 2026 di JICC, Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru melalui acara deklarasi Partai Gerakan Mandiri Bangsa," ujar Joko dalam konferensi pers di JICC, Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Joko menyebutkan, acara ini akan dihadiri oleh 514 pengurus daerah serta 1.124 pengurus dari seluruh Indonesia yang tersebar di 38 provinsi. Gema Bangsa juga mengundang berbagai partai politik, baik yang ada di parlemen maupun tidak, serta aktivis, mahasiswa, dan elemen masyarakat dari berbagai organisasi.
Dia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk membangun fondasi kelembagaan partai, dengan telah terbentuknya 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota.
Pada saat deklarasi, Partai Gema Bangsa juga akan menyatakan dukungannya kepada Pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Tidak hanya itu, Gema Bangsa juga siap untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Alasannya, partai ini memiliki kesamaan visi dengan program-program yang diusung oleh Prabowo.
"Salah satunya adalah soal kemandirian. Pak Prabowo sering mengatakan bahwa kita harus berdiri di atas kaki sendiri, kita harus mandiri di negeri sendiri," tuturnya.
Namun, dukungan tersebut, menurut Joko, masih bersifat dinamis dengan mempertimbangkan komitmen pemerintahan Prabowo dalam menjalankan visi dan misinya.
Lebih lanjut, Partai Gema Bangsa memiliki pandangan yang berbeda dengan Prabowo mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dipilih oleh DPRD. Menurutnya, pilkada yang tidak langsung dipilih oleh rakyat merupakan suatu kemunduran demokrasi dan tidak sejalan dengan semangat reformasi.
"Kalau pemilihan itu dilakukan oleh DPRD, maka kami menganggap itu sebagai sebuah kemunduran," sebut Joko yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gema Bangsa ini.
Halaman Selanjutnya
Joko mengungkapkan, partainya siap untuk lolos dan berkontestasi sebagai partai baru di Pemilu 2029. Keyakinan ini didasari oleh tingginya minat masyarakat terhadap Partai Gema Bangsa, serta kelengkapan struktur pengurus yang telah mencapai 100 persen hingga tingkat kabupaten/kota.