Pelepasan Saham Besar-besaran Chengdong di Bumi Resources: Status Pemegang Saham Utama Berakhir

Jumat, 16 Januari 2026 – 05:00 WIB

Jakarta, VIVA – Emiten dari Bakrie Grup, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menarik perhatian pasar setelah investor asing, Chengdong Investment Corp Self, melakukan aksi divestasi secara bertahap. Aksi jual saham BUMI ini diduga meraih dana segar sekitar Rp 1,57 triliun dari penjualan kurang lebih 3,71 miliar saham.

Baca Juga:
Ini Game Steam Terlaris yang Mendominasi Penjualan

Chengdong memegang saham BUMI lewat akun HSBC Fund SBS. Divestasi ini membuat porsi kepemilikannya di perusahaan tambang batu bara itu turun di bawah 5 persen, setelah 17 kali transaksi sejak penjualan perdana pada 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Aksi pelepasan saham oleh sovereign wealth fund pengelola cadangan devisa China ini dilakukan bertahap melalui transaksi penjualan langsung di pasar reguler. Semua transaksi dilakukan untuk tujuan divestasi dan tanpa perjanjian pembelian kembali.

Baca Juga:
Penjualan Semen Nasional Diproyeksi Naik 2,5 Persen pada 2026, SIG Ungkap Strategi Hadapi Persaingan Ketat Industri

Ilustrasi Saham Meta Cetak Rekor Tertinggi

Menurut keterbukaan informasi pada Jumat, 16 Januari 2026, Chengdong menjual saham BUMI mulai dari 57,4 juta unit sampai 300 juta unit per transaksi. Harga jualnya bervariasi antara Rp363 hingga Rp461 per saham.

Baca Juga:
Bumi Resources Kuasai Perusahaan Tambang Emas Australia, Nilai Akuisisi Rp346 Miliar

Pelepasan saham terbanyak terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember 2025, masing-masing 300 juta saham. Aksi jual berlanjut pada 6, 7, dan 8 Januari 2026 dengan total lebih dari 621,8 juta saham yang dilepas ke pasar.

Akibatnya, kepemilikan saham BUMI oleh Chengdong berkurang drastis dari 22,27 miliar saham (5,99 persen) menjadi 18,56 miliar saham (4,99 persen). Dengan begitu, Chengdong tidak lagi berstatus sebagai pemegang saham utama.

MEMBACA  Needham Turunkan Peringkat Saham CoreWeave (CRWV) Menjadi Hold

Aksi penjualan besar ini memberikan keuntungan tambahan bagi Chengdong. Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp 423,5 per saham, maka nilai divestasi saham BUMI-nya diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,57 triliun.

Harga saham BUMI tercatat melemah 2,84 persen (atau 12 poin) ke level 410 pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Januari 2026. Tren koreksi saham BUMI telah terjadi selama seminggu dengan penurunan 12,77 persen (atau 60 poin).

Namun demikian, saham BUMI masih mencatatkan lonjakan dua digit sebesar 17,82 persen (atau 62 poin) sejak 16 Desember 2025 sampai 16 Januari 2026.

Peta Kekuatan Mobil Jepang dan China Mulai Bergeser
Pasar mobil nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mengalami pelemahan dibanding tahun sebelumnya. Total penjualan ritel mencapai 833.712 unit atau turun.
VIVA.co.id
15 Januari 2026

Tinggalkan komentar