Dompet Dhuafa Menjangkau Lebih dari 41 Juta Penerima Manfaat dari 1993 hingga 2025

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Di awal tahun 2026, Dompet Dhuafa menyampaikan laporan kinerja untuk pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, kurban, dan dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat.

Dompet Dhuafa mencatat sudah menjangkau total 41.846.341 penerima manfaat dari periode 1993 sampai 2025.

Pencapaian itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dalam acara Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report yang bertema Empowerment To The Next Level, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dompet Dhuafa menegaskan lagi komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan lewat program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah, dan budaya yang terukur dan berkelanjutan.

Ahmad Juwaini menyebutkan, total Penyaluran dana Dompet Dhuafa di tahun 2025 mencapai Rp 422.942.586.574 dari total penghimpunan dana sebesar Rp 426.519.076.822.

“Untuk tingkat serapan penyaluran di tahun 2025 itu sebesar 103 persen. Kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle,” jelasnya.

Sampai dengan tahun 2025, jumlah penerima manfaat mencapai 2.828.823 orang dengan total layanan sebanyak 3.632.925.

Data BPS tunjukkan jumlah penduduk miskin Indonesia menurun

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 tercatat sekitar 23,85 juta jiwa atau 8,47 persen. Angka ini turun 0,21 juta orang dibandingkan September 2024 yang sebesar 24,06 juta, dan juga turun 1,1 juta orang jika dibandingkan dengan Maret 2024.

Dari total angka kemiskinan nasional tersebut, Dompet Dhuafa telah menjangkau sekitar 2,82 juta jiwa atau sekitar 12 persen.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, memberikan apresiasi atas peran Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang konsisten berkontribusi dalam pengurangan angka kemiskinan nasional.

MEMBACA  Aliran Keluar Dana ETF Bitcoin Capai $258 Juta, ETH Tertekan 4 Hari Berturut-turut — Apakah Jatuh Bebas Akan Terjadi?

Beliau menilai inovasi yang terus dikembangkan oleh Dompet Dhuafa menunjukkan kolaborasi yang positif antara dunia filantropi dan pemerintah.

“Saya juga mengapresiasi Dompet Dhuafa yang terus berinovasi di dunia filantropi, terus tumbuh dan berkembang serta berkreasi bersama negara,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, DR. Mariman Darto, menekankan pentingnya filantropi tidak hanya dalam bentuk donasi uang, tapi juga kontribusi waktu, tenaga, dan pemikiran, khususnya dalam pemulihan pasca bencana.

“Bencana mengingatkan kita semua, betapa pentingnya peran filantropi dalam membangun rasa kepedulian yang besar di masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan komentar