BPOM Uraikan Alasan Permintaan Penarikan Susu Formula Bayi Nestle

Kamis, 15 Januari 2026 – 21:38 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan alasan penarikan produk susu formula bayi dari Nestlé.

Dia bilang ada potensi cemaran toksin cereulide di produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (untuk bayi 0–6 bulan) dengan nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor batch: 51530017C2 dan 51540017A1.

“Untuk kehati-hatian, Badan POM sudah meminta supaya produk tersebut spesifik yang untuk 0-6 bulan itu ditarik,” katanya.

Taruna menerangkan toksin cereulide itu tahan terhadap suhu tertentu. Kalau dikonsumsi melebihi batas, bisa bikin bayi muntah-muntah.

“Nah kemudian ada gejala neurologisnya, misalnya anak itu kayak kurang sadar, kemudian ada gejala lain tentu adalah ada yang diare,” ujarnya.

Tapi, sampai sekarang belum ada aduan dari masyarakat tentang gejala-gejala itu.

“Tapi yang jelas dari pihak Nestlé yang sudah masih ada di gudang kita minta untuk dimusnahkan, kemudian yang sudah terkirim ke masyarakat untuk ditarik,” ucapnya.

“Karena ini produk untuk bayi tentu kita sangat perlu berhati-hati. Lebih bagus mencegah sebelum terjadi, daripada sudah terjadi keracunan karena bisa fatal. Oleh karena itu kita meminta supaya itu ditarik,” tambah Taruna.

Diketahui, BPOM sudah perintahkan PT Nestlé Indonesia untuk hentikan distribusi dan hentikan sementara impor produk susu formula bayi itu. Ini sebagai respons dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF). (Ant)

MEMBACA  5 Pekerjaan Hijau dengan Pertumbuhan Tercepat, Gajinya Capai Miliaran Rupiah!

Tinggalkan komentar