Kamis, 15 Januari 2026 – 13:58 WIB
Riyadh, VIVA – Arab Saudi sudah memberi tahu Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya dipakai untuk menyerang Iran. Hal ini diungkapkan dua sumber dekat pemerintahan Kerajaan kepada AFP pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengancam Teheran dengan kemungkinan serangan militer.
Baca Juga:
Gila-gilaan! Piala Dunia 2026 Diserbu Lebih dari 500 Juta Permintaan Tiket
Pesan ini disampaikan saat Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka bisa menanggapi tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi protes yang terjadi. Teheran sendiri mengatakan akan menyerang aset militer dan kapal-kapal AS jika ada serangan baru.
"Saudi sudah menyampaikan ke Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan jadi bagian dari aksi militer apapun yang dilakukan terhadap Iran, dan wilayah serta udara mereka tidak akan digunakan untuk tujuan itu," ujar seorang sumber dekat militer Saudi kepada Al Arabiya.
Baca Juga:
Reza Pahlavi Desak Militer Iran Membelot Rezim, Segera Bergabung Bersama Demonstran
Sumber kedua yang dekat dengan pemerintah mengkonfirmasi bahwa pesan tersebut telah dikomunikasikan kepada Teheran.
AS memiliki aset militer di Teluk, termasuk di Arab Saudi dan Qatar.
Baca Juga:
Trump Bongkar Percakapan dengan Presiden Sementara Venezuela: Bahas Minyak hingga Keamanan Nasional
Iran telah memperingatkan beberapa negara di kawasan Timur Tengah bahwa mereka akan jadi sasaran jika Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran. Peringatan ini diberikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan juga Turki. Ini menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur di tengah gelombang protes anti-pemerintah di Iran.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Teheran telah menyampaikan secara langsung kepada negara-negara tersebut bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka akan diserang jika Washington menarget Iran.
"Teheran sudah beri tahu negara-negara di kawasan, mulai dari Arab Saudi dan UEA sampai Turki, bahwa pangkalan AS di negara-negara tersebut akan diserang kalau AS menarget Iran," kata pejabat itu.
Pejabat itu menambahkan bahwa Iran juga minta pemerintah negara-negara terkait untuk menggunakan pengaruh mereka guna mencegah kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Beberapa personel disarankan untuk meninggalkan Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam, menurut tiga diplomat kepada Reuters.
Halaman Selanjutnya
Al Udeid adalah pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10.000 tentara. Menjelang serangan udara AS terhadap Iran pada bulan Juni, beberapa personel dipindahkan dari pangkalan AS di wilayah tersebut.