Kamis, 15 Januari 2026 – 11:30 WIB
VIVA – Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, meyakini para demonstran dalam aksi protes yang berlangsung bahwa bantuan dari Amerika Serikat akan segera tiba.
Ia juga mendesak tentara Iran untuk membelot dari rezim dan bergabung dengan kelompok oposisi, lewat pernyataan yang dirilis Rabu pagi.
"Saudara-saudaraku sebangsa," kata Pahlavi dalam pernyataannya yang diunggah di X/Twitter. "Sekarang, kalian mungkin sudah mendengar pesan dari Presiden Amerika Serikat. Bantuan sedang di jalan. Teruskan perjuangan, seperti yang sudah kalian lakukan selama ini."
Ia menyatakan ada "lautan darah" antara rakyat Iran dan rezim, yang menurutnya akan "dihukum" atas tindakannya. Ia lalu menyerukan agar tentara Iran berhenti membela kepemimpinan negara.
"Tapi saya juga punya pesan khusus untuk anggota Angkatan Darat," ujarnya. "Kalian adalah militer nasional Iran, bukan militer Republik Islam. Kalian punya kewajiban melindungi nyawa saudara sebangsa. Waktu tidak banyak. Bergabunglah dengan mereka secepatnya,"
Pesan putra mahkota ini muncul setelah jumlah korban tewas dalam protes dikonfirmasi lewati 2.000 jiwa.
Pada Selasa, seorang pejabat Iran mengatakan ke The New York Times bahwa sekitar 3.000 orang telah meninggal. Keesokan harinya, kelompok HAM Iran HRANA yang berbasis di AS mengonfirmasi setidaknya 2.403 demonstran tewas.
Pernyataan Pahlavi soal bantuan AS yang "sedang di jalan" muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social miliknya pada Selasa.
Presiden juga menyatakan telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai rezim menghentikan tindakan keras terhadap demonstran.
Hari itu juga, AS memerintahkan warganya untuk segera meninggalkan Iran lewat pemberitahuan dari kedutaan virtualnya di Teheran.
"Warga AS harus meninggalkan Iran sekarang. Pertimbangkan untuk keluar lewat darat ke Turki atau Armenia, jika situasi aman untuk dilakukan," bunyi pemberitahuan itu.
Baca Juga:
- Menlu Iran Klaim Demo Berakhir, Bantah Bakal Hukum Gantung Pendemo
- Rusia Tuding Uni Eropa Jadikan Iran Pengalihan Isu Greenland yang Diincar AS
- Negara-negara Teluk Desak Trump Tak Serampangan Serang Iran
Tim Reformasi Sektor Keamanan Soroti Ancaman Militerisme dalam Uji UU TNI di MK
Tim Advokasi untuk Reformasi Sektor Keamanan meminta MK “membatalkan kewenangan peradilan militer untuk mengadili prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum.
VIVA.co.id | 15 Januari 2026