Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengumumkan rencana untuk mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil.
Rencana ini diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 11 Januari 2026.
Menurut Hartarto, industri tekstil dan garmen dinilai berada di garda terdepan dalam menghadapi resiko kebijakan tarif Amerika Serikat.
“Kami akan membentuk BUMN baru yang khusus untuk tekstil. Kami tidak akan menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan tekstil lama,” ujar menteri dalam acara Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi yang telah rampung, rencana ini akan diikuti dengan penyusunan peta jalan untuk penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar US$6 miliar melalui pengelola investasi dan kekayaan sovereign Indonesia, Danantara.
Hartarto menyampaikan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, dan peningkatan ekspor di sektor tekstil.
“Karena itu, sudah dibuat peta jalan untuk menaikkan ekspor kita dari US$4 miliar menjadi US$40 miliar dalam 10 tahun, serta bagaimana memperdalam rantai nilai industri tekstil,” tambahnya.
Dia juga mengakui kelemahan di beberapa segmen rantai nilai tekstil, khususnya di benang, kain, pencelupan, pencetakan, dan penyempurnaan.
Pendirian BUMN tekstil baru ini diharapkan dapat mendorong modernisasi dan pendalaman industri di seluruh sektor.
Di luar tekstil, Hartarto menyebut pemerintah juga berencana memperkuat industri elektronik, khususnya sektor semikonduktor, yang masih menghadapi kesenjangan pembangunan yang signifikan di dalam negeri.
Investasi awal di sektor semikonduktor diperkirakan sekitar US$120–250 juta, dengan potensi untuk meningkat hingga US$1 miliar.
“Kami ingin merevitalisasi sektor semikonduktor. Presiden Prabowo juga telah mengarahkan investasi ke area ini. Pemerintah sedang mempersiapkan pendanaan, dan ini menjadi prioritas untuk melindungi negara di tengah perang tarif saat ini,” tegasnya.
Berita terkait: Indonesia dorong IEU-CEPA untuk pacu industri tekstil
Berita terkait: Industri tekstil lokal terimbas pakaian bekas impor: menteri
Berita terkait: Kementerian desak kepatuhan sektor tekstil jaga daya saing
Penerjemah: Bayu Saputra, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026