Terminal Peti Kemas IPC Catat Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025

Rabu, 14 Januari 2026 – 22:59 WIB

Jakarta, VIVA – IPC Terminal Petikemas (TPK) mencatatkan sejarah baru dalam kinerja operasionalnya. Sepanjang tahun 2025, total throughput (lalu lintas peti kemas) IPC Terminal Petikemas mencapai 3.597.487 TEUs. Angka ini tumbuh 13,2 persen dibandingkan capaian di tahun 2024 yang sebesar 3.177.939 TEUs.

Baca Juga :

‘Mata Robot’ Ini Mampu Deteksi Barang Ilegal dalam Sekejap

Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sejak didirikan. Hal ini juga menegaskan peran strategis IPC TPK sebagai penggerak logistik dan perdagangan ekspor-impor nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Capaian bersejarah ini mencerminkan keberhasilan transformasi layanan dan peningkatan daya saing terminal peti kemas yang dilakukan IPC Terminal Petikemas secara terus menerus.

Baca Juga :

Ujung Tombak Perekonomian RI, Pencapaian Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS

Peningkatan efisiensi operasional, pengembangan layanan, penguatan kerjasama dengan berbagai pihak terkait, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi dasar penting untuk mendukung operasional terminal yang semakin kompleks dan berstandar internasional.

“Capaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi bukti nyata kepercayaan pelanggan terhadap layanan IPC Terminal Petikemas. Inovasi yang terus dilakukan, peningkatan kualitas layanan, serta diluncurkannya beberapa layanan baru baik reguler maupun *adhoc* menjadi faktor utamanya,” ujar Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, melalui pernyataan resminya, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :

Belawan New Container Terminal Kini Resmi Jadi Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara

Kinerja positif juga terlihat pada capaian Desember 2025 yang mencatat throughput sebesar 327.880 TEUs. Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 292.690 TEUs.

Dari total tersebut, peti kemas domestik tercatat 247.153 TEUs, sementara peti kemas internasional mencapai 80.727 TEUs. Ini menunjukkan pertumbuhan yang seimbang antara arus logistik dalam negeri dan internasional.

MEMBACA  “Situasi Semakin Mencemaskan”: 40 Juta Warga AS di 7 Negara Bagian Bergantung pada Sungai Colorado yang Terancam, Tanpa Rencana Menghadapi Kemerosotan yang Tak Terelakkan

Sepanjang 2025, IPC Terminal Petikemas melayani 25 *new service* baik yang reguler maupun *adhoc*. Hal ini membuka peluang baru bagi pengguna jasa dan memperkuat ketersediaan armada pengangkut. Langkah ini juga mendorong kelancaran arus logistik serta memperluas konektivitas perdagangan nasional dan internasional.

Peningkatan kinerja terjadi di hampir semua area operasional IPC Terminal Petikemas. Di wilayah Tanjung Priok, kinerja meningkat 13,74 persen. Disusul Area Panjang yang melonjak 24,5 persen, Area Teluk Bayur tumbuh signifikan sebesar 16,74 persen, Area Pontianak meningkat 7,4 persen, dan Area Palembang tumbuh 6,1 persen.

Sejalan dengan capaian ini, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja perdagangan nasional yang positif. Nilai ekspor nonmigas naik 7,07 persen menjadi US$244,75 miliar, sementara impor nonmigas naik 4,37 persen menjadi US$188,61 miliar. Surplus neraca perdagangan nonmigas periode Januari-November 2025 mencapai US$56,15 miliar.



Ekspor Akhir Tahun Membludak, Jangan sampai Logistik Macet

‘*Adhoc Service*’ dihadirkan sebagai respons atas tingginya permintaan pengiriman barang di akhir tahun, sekaligus untuk menjaga kelancaran arus logistik internasional.

VIVA.co.id | 22 Desember 2025

Tinggalkan komentar