Rabu, 14 Januari 2026 – 06:30 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Selasa mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi. Dia mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Baca Juga:
AS Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran
"Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!… BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. Dia tidak menjelaskan bantuan apa yang dimaksud.
Trump juga mengatakan telah membatalkan semua pertemuannya dengan pejabat Iran sampai "pembunuhan tidak masuk akal" terhadap para demonstran berhenti.
Baca Juga:
Demo Besar-besaran di Iran, 646 Orang Tewas
Trump menyerukan warga Iran untuk "mencatat nama para pembunuh dan penindas… karena mereka akan membayar harga yang sangat mahal."
Seorang pejabat Iran menyebut sekitar 2.000 orang telah tewas. Ini pertama kalinya pihak berwenang memberi angka total korban tewas setelah lebih dari dua minggu kerusuhan nasional.
Baca Juga:
Semakin Panas! Ketua Parlemen Iran Kembali Ancam Akan Berikan ‘Pelajaran Tak Terlupakan’ untuk Donald Trump
Kelompok hak asasi manusia (HAM) dari AS, HRANA, menyatakan dari 2.003 kematian yang terkonfirmasi, 1.850 adalah demonstran. Mereka juga melaporkan 16.784 orang telah ditahan, naik tajam dari angka hari Senin.
Ditanya soal maksud "bantuan sedang dalam perjalanan", Trump menjawab wartawan harus mencari tahu sendiri.
Pada Senin malam, Trump mengumumkan tarif impor 25% untuk produk dari negara mana pun yang berbisnis dengan Iran – eksportir minyak utama.
Trump menambahkan, tindakan militer lebih lanjut termasuk opsi yang dia pertimbangkan untuk menghukum Iran atas tindakan kerasnya.
Departemen Luar Negeri AS pada Selasa mendesak warga Amerika untuk segera meninggalkan Iran, termasuk melalui jalur darat via Turki atau Armenia.
Dalam wawancara dengan CBS News, Trump bersumpah akan ambil "tindakan sangat keras" jika Iran mulai menggantung para demonstran, tanpa jelaskan lebih detail.
"Saya belum dengar soal hukuman gantung. Jika mereka menggantung, Anda akan lihat sesuatu," kata Trump.
Menurut Lembaga HAM Iran yang berbasis di Norwegia, hukuman gantung adalah hal biasa di penjara-penjara Iran.
Halaman Selanjutnya
Hengaw, kelompok HAM Kurdi Iran, melaporkan seorang pria 26 tahun, Erfan Soltani, yang ditangkap terkait protes di kota Karaj, akan dieksekusi pada hari Rabu.