Indonesia Berkomitmen Selesaikan Status Kewarganegaraan tanpa Dokumen: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menekankan komitmen pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan persoalan orang tanpa dokumen keturunan Indonesia-Filipina, termasuk WNI yang tinggal di Filipina.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Christopher Montero, di Jakarta pada Selasa, Yusril menyatakan bahwa isu orang tanpa dokumen merupakan masalah kemanusiaan yang memerlukan kerjasama erat antara kedua negara.

“Kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini melalui pendekatan administratif dan rekonsiliasi kemanusiaan, terutama di daerah perbatasan,” ucapnya.

Dia menegaskan bahwa upaya ini penting untuk memastikan hak-hak dasar individu terpenuhi dengan martabat.

Yusril juga menegaskan bahwa dia baru-baru ini bertemu dengan Konsulat Jenderal Filipina di Manado, Sulawesi Utara, untuk membahas perjanjian bilateral.

Perjanjian ini memberi kesempatan bagi orang Indonesia di Filipina dan orang Filipina di Indonesia untuk memilih kewarganegaraan mereka.

Menteri itu mencatat bahwa bagi mereka—khususnya orang keturunan Filipina yang tinggal di Sulawesi Utara—yang memilih menjadi WNI, berbagai dokumen tempat tinggal, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), sudah diterbitkan.

Begitu juga, bagi mereka yang memilih menjadi warga Filipina, pemerintah Filipina telah mengeluarkan paspor, sementara otoritas imigrasi Indonesia memberikan izin tinggal yang memperbolehkan mereka tetap tinggal secara legal di Indonesia.

“Langkah yang sama diterapkan untuk orang Indonesia di Filipina,” tambahnya.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan menghargai hak asasi manusia.

Pertemuan hari Selasa itu menegaskan kembali komitmen Indonesia dan Filipina untuk memperkuat kerjasama hukum dan kemanusiaan, berdasarkan saling menghormati kedaulatan, perlindungan HAM, serta stabilitas dan keamanan regional.

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Montero menyampaikan harapan akan hubungan yang lebih kuat dengan Indonesia pada KTT ASEAN mendatang di Filipina.

MEMBACA  Indonesia Siap Gelar WIG 2025, Perkuat Sektor Wisata Kuliner

Dia juga menyoroti kemungkinan pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Filipina Bongbong Marcos.

Penerjemah: Agatha Olivia, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar