Indonesia Menargetkan Pendaftaran 500.000 Siswa di Sekolah Rakyat pada 2030

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) – Indonesia menargetkan lebih dari 500.000 siswa untuk bergabung dalam program Sekolah Rakyat pada 2030. Pemerintah memperluas fasilitas sekolah di seluruh negeri untuk memperlebar akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan setiap gedung Sekolah Rakyat dapat menampung sampai 300 siswa. Pernyataan ini disampaikan usai peresmian 166 sekolah oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin.

“Setiap bangunan Sekolah Rakyat bisa menampung hingga 300 siswa, dari tingkat SD sampai SMP dan SMA,” kata Saifullah.

Dengan asumsi minimal 100 gedung baru selesai tiap tahun, kapasitas akan mencapai 30.000 siswa dari 100 gedung, 60.000 dari 200 gedung, dan hingga 90.000 siswa per tahun jika 300 gedung ditambahkan.

Saifullah memproyeksikan jumlah peserta didik akan melebihi 45.000 pada 2026 dan meningkat jadi lebih dari 400.000 di seluruh Indonesia pada 2029. Ia yakin angka ini akan melampaui 500.000 pada 2030.

Dalam peresmian di Banjarbaru, Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat di seluruh negeri pada 2029. Operasional 166 sekolah pertama secara resmi diluncurkan saat itu.

Berita terkait: Menteri tegaskan Sekolah Rakyat untuk angkat anak-anak dari kemiskinan
Berita terkait: Kementerian resmikan 860 guru untuk perkuat Sekolah Rakyat

*Penerjemah: Tumpal Andani Aritonang, Martha Herlinawati Simanj
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026*

MEMBACA  Ponsel Android terbaik untuk dibeli pada tahun 2024

Tinggalkan komentar