Menurut HSBC, harga emas bisa capai $5.000 per ons di paruh pertama 2026. Tapi, bank itu juga ingatkan bahwa perjalanan ke angka itu tidak akan mulus. Jadi, selain optimisme jangka panjang, emas tetap punya risiko jangka pendek yang besar.
Dengan prediksi ini, HSBC justru turunkan rata-rata perkiraan harga emas untuk tahun 2026, meski mereka juga gambarkan skenario di mana logam kuning ini bisa naik secara dramatis.
Sebagai perbandingan, harga emas spot sekarang sekitar $4.580 per ons. Kenaikan ke $5.000 berarti kenaikan hampir 10%.
Jadi, bank besar ini tidak memprediksi kenaikan yang stabil. Mereka memperkirakan akan ada pergerakan tajam, pembalikan mendadak, dan kisaran perdagangan yang lebih lebar.
Intinya bagi investor bukanlah tentang target harga pastinya, tapi lebih tentang faktor-faktor yang mendorongnya. Dengan kisaran yang begitu lebar, pasar sebenarnya sedang bersiap untuk perubahan, bukan kejelasan.
Performa Emas vs S&P 500:
2025: Emas +63.7% vs S&P 500 +17.7%
2024: Emas +26.7% vs S&P 500 +24.9%
2023: Emas +12.7% vs S&P 500 +26.2%
2022: Emas -0.8% vs S&P 500 -18.2%
2021: Emas -4.2% vs S&P 500 +28.7%
2020: Emas +24.8% vs S&P 500 +18.3%
Target harga $5.000 dari HSBC untuk awal 2026 punya kisaran lebar, dari $3.950 sampai $5.050. Ini menunjukkan pasar yang sangat fluktuatif ke depan.
Bank ini menggambarkan situasi di mana kenaikan dan penurunan tajam bisa terjadi bersamaan:
– Paruh pertama 2026: Potensi lonjak ke $5.050/ons.
– Rata-rata 2026: $4.587/ons, sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
– Akhir 2026: Sekitar $4.450/ons, yang mengindikasikan pembalikan harga.
HSBC percaya risiko geopolitik dan tingginya utang global akan terus dorong investor ke emas sebagai aset safe-haven. Pada kuartal ketiga 2025, utang global melonjak ke hampir $346 triliun, hampir 310% dari PDB dunia.
Tapi, bank ini juga seimbangkan optimisme dengan kehati-hatian. Mereka bilang level harga yang ekstrem bisa picu koreksi, apalagi jika ketegangan geopolitik mereda atau pemotongan suku bunga melambat.
HSBC bukan satu-satunya bank dengan prediksi mengejutkan. Banyak bank besar lain punya skenario tinggi untuk emas:
– Bank of America: $5.000/ons di 2026.
– JPMorgan: Rata-rata $5.055/ons di kuartal empat 2026.
– Goldman Sachs: $4.900/ons pada Desember 2026.
– Morgan Stanley: $4.500/ons pada pertengahan 2026.
– UBS: Target pertengahan 2026 menjadi $4.500/ons.
Emas punya tahun bersejarah di 2025, dengan kenaikan harga lebih dari 60%. Ini kenaikan tahunan terbesar sejak 1979. Penyebabnya adalah kombinasi pembelian bank sentral, permintaan safe-haven, dan ekspektasi suku bunga rendah.
Investor ETF juga banyak beli emas. Pembelian tahun 2025 melonjak ke 700 ton, yang terbesar dalam sejarah. Investor legendaris Ray Dalio juga beri komentar tentang kinerja emas yang luar biasa ini. Dia bilang kenaikan cepat emas menunjukkan erosi nilai mata uang fiat.