Senin, 12 Januari 2026 – 17:39 WIB
Balikpapan, VIVA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Prabowo yakin bahwa kilang minyak ini bisa membuat Indonesia mewujudkan kemandirian energi.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan," kata Prabowo.
RDMP Balikpapan adalah proyek milik PT Pertamina dan kini menjadi kilang terbesar di Indonesia. Kapasitas pengolahannya naik dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.
Proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019. Total investasinya sekitar US$ 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Tujuannya untuk memodernisasi kilang yang ada, meningkatkan kapasitas, menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, serta mendorong hilirisasi industri petrokimia.
Pembangunan ini juga menambah kapasitas penyimpanan minyak mentah (crude) menjadi 2 juta barel, sehingga total cadangan yang bisa ditampung jadi 7,6 juta barel.
"Kita menuju swasembada energi. Kita mampu. Pertamina harus kembali menjadi agent of development, agent of modernitation," tegas Prabowo.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan dengan peresmian ini, Indonesia akan mulai menghentikan impor solar mulai tahun 2026. Hal ini karena RDMP Balikpapan berpotensi menghasilkan hingga 360 ribu barel minyak per hari, atau setara 22–25 persen kebutuhan nasional.
"Mulai saat ini tidak ada lagi impor solar kedepan," kata Bahlil.
Dampak ekonominya akan sangat signifikan, diperkirakan bisa menghemat impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun dan berkontribusi bagi PDB nasional mencapai Rp 514 triliun.
Oleh karena itu, proyek revitalisasi kilang terbesar dalam sejarah Indonesia ini diyakini akan membantu mencapai target kemandirian energi nasional.
"Ini adalah RDMP (revitalisasi) terbesar dalam sepanjang sejarah kita, yang dibangun di Indonesia," ujarnya.