Ai, simpanse betina yang termasyhur karena kemampuan kognitifnya, telah meninggal dunia pada usia 49 tahun menurut keterangan institut Jepang tempat tinggalnya.
Pusat Asal-usul Evolusioner Perilaku Manusia Universitas Kyoto menyatakan Ai wafat pada 9 Januari akibat usia lanjut dan kegagalan organ, serta dikelilingi oleh staf saat akhir hayatnya.
Ai lahir di Afrika Barat dan tiba di institut tersebut pada 1977. Di sana, ia menjadi nama dari Proyek Ai, sebuah program riset mengenai “pikiran simpanse”.
Di antara temuan penting institut itu adalah fakta bahwa Ai mampu menggunakan angka dan mengidentifikasi warna.
Para peneliti memberikan Ai sebuah keyboard khusus yang terhubung ke komputer saat usianya 18 bulan, suatu perangkat yang digunakan untuk mempelajari memori dan pembelajarannya.
Pada usia lima tahun, Ai “menguasai penamaan numerik dari satu hingga enam dan dapat menyebutkan angka, warna, dan objek dari 300 jenis sampel,” menurut makalah ilmiah tahun 1985 oleh Tetsuro Matsuzawa, primatolog di balik Proyek Ai.
Ketika tidak berpartisipasi dalam tes kognitif, Ai dikenal gemar menggambar dan melukis. Layaknya simpanse lain di pusat itu, Ai kerap mencoret-coret kertas kosong dengan spidol tanpa perlu dimotivasi oleh imbalan makanan.
Media Jepang Kyodo News melaporkan ia pernah kabur bersama primata lain—dengan menggunakan kunci untuk membuka kandangnya.
Pada tahun 2000, ia melahirkan seekor anak jantan bernama Ayumu, yang juga terkenal karena ingatannya yang luar biasa.
Pada 2017—memperingati 40 tahun Proyek Ai—sebuah syal yang dibuat dari salah satu lukisan Ai dihadiahkan kepada primatolog ternama, Dame Jane Goodall.