1 dari 3 Lulusan Kuliah Akui Gelarnya Tak Setimpal Secara Finansial

Kebanyakan orang masuk kuliah, berharap itu akan jadi tiket emas untuk dapat kerja kantoran dengan gaji bagus setelah lulus—apalagi mengingat banyaknya waktu dan uang ribuahan dolar (atau pound, dalam kasus saya) yang sudah dikeluarkan buat dapetin gelar itu. Tapi, lulusan kuliah zaman dulu punya peringatan keras untuk Gen Z yang masih optimis: Itu tidak sepadan. Setidaknya, dari segi keuangan.

Sebanyak 30% lulusan dari semua generasi mengaku bahwa keadaan keuangan mereka tidak membaik berkat gelar sarjana. Malahan, laporan dari Nexford University menekankan bahwa banyak yang justru lebih sulit keuangannya.

Mayoritas lulusan bilang mereka meminjam utang pelajar antara $25,000 sampai $49,999, tapi seperempatnya punya utang lebih dari $50,000—dan mereka masih membayarnya bertahun-tahun setelah lempar topi wisuda.

Sepertiga lulusan tenggelam dalam utang sampai mereka harus menunda nabung untuk beli rumah pertama, dan bahkan pensiun, rata-rata selama sepuluh tahun.

Bukannya jadi batu loncatan untuk hidup dan karir sukses, sekitar 14% mengakui mereka harus menunda pindah dari rumah orang tua dan mulai berkeluarga karena beban utang pelajar yang besar.

Lulusan kira gaji mereka akan sepadan dengan utangnya

Mayoritas lulusan masuk kuliah sudah tau mereka akan punya utang. Tapi biasanya itu diabaikan karena janji akan karir stabil dengan gaji tinggi yang cuma bisa dibuka pake gelar.

Waktu survei, lulusan itu berharap akan dapat pekerjaan pemula dengan gaji sekitar $52,000 setelah lulus, tapi kenyataannya pahit: Kebanyakan mulai kerja dengan gaji sekitar $35,000.

Mereka yang belajar hukum melihat selisih $30,000 antara gaji yang diinginkan dan yang ditawarkan. Yang belajar pendidikan dapat gaji sekitar $25,000 lebih rendah dari yang dibayangkan. Dan mahasiswa seni & humaniora kira akan dapat gaji $50,000 langsung setelah lulus, tapi malah ditawari pekerjaan pemula dengan $30,000.

MEMBACA  Bayi T. Rex Robotic 'Jurassic World' Menetas Dari Telur Berlendir Dengan Harapan Menjadi Mainan Terpopuler

Bagi banyak orang, kekecewaan tidak berhenti disitu. Hampir setengah lulusan harus keluar uang lagi setelah lulus buat pelatihan lanjut dan kualifikasi lain yang lebih spesial supaya menonjol di bidang yang mereka mau.

Buat nambah sakit hati, cuma 8% yang bilang bahwa ijazah kuliah paling penting di pasar kerja sekarang. Saat dilihat kembali, mayoritas berpikir bahwa jaringan (networking) dan punya keterampilan yang bisa ditunjukkin lebih berpengaruh di ekonomi sekarang.

Gelar sarjana ternyata tidak menguntungkan seperti yang dijanjikan

Dengan biaya kuliah rata-rata $36,436 per tahun, generasi pekerja berikutnya sudah mempertanyakan imbal hasil yang akan mereka dapat dari gelar itu. Jumlah Gen Z yang mendaftar program kejuruan dan sekolah vokasi dibandingkan pendidikan tinggi ada di rekor tertinggi.

Tapi buat mereka yang sudah menjalani kuliah, atau baru lulus, kabar buruk terus datang. Di tahun 2023, data LinkedIn tunjukkan bahwa lowongan kerja yang tidak mensyaratkan gelar naik 90%. Waktu itu, itu karena perusahaan fokus pada perekrutan yang mengutamakan keterampilan. Tapi situasinya sekarang malah lebih parah.

Sekarang, perusahaan bukan cuma bilang gelar itu “tidak relevan” tapi juga merekrut berdasarkan kepribadian lebih daripada ijazah, dan jumlah pekerjaan tingkat pemula untuk lulusan baru juga menyusut banyak.

Di Inggris saja, lebih dari 1.2 juta lamaran diajukan untuk kurang dari 17,000 lowongan kerja lulusan tahun lalu. Sementara itu, orang Amerika melaporkan bahwa kemungkinan cari kerja sekarang sudah capai rekor terendah.

Berkat AI, banyak pekerjaan tingkat awal jadi otomatis. Salah satu ilmuwan yang bantu ciptain teknologi ini, Profesor Yoshua Bengio, bahkan memperingatkan bahwa hari-hari untuk semua pekerjaan kantoran sudah terhitung.

Saran ahli sekarang, untuk banyak lulusan muda yang menganggur, adalah untuk berpaling dari mata pelajaran yang mereka pelajari, dan malah lamar pekerjaan retail dan hospitality yang tidak butuh gelar—pekerjaan yang bisa mereka dapatkan langsung setelah sekolah tanpa perlu utang.

MEMBACA  Medtronic plc (MDT): Teori Kasus Bull