Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Pihak berwajib Indonesia secara resmi mengakhiri operasi pencarian selama 15 hari untuk korban terakhir dari kecelakaan kapal KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Pencarian dihentikan pada Jumat, 9 Januari, setelah tim gabungan penyelamat menghabiskan lebih dari dua minggu menjelajahi arus berbahaya di Selat Padar, Nusa Tenggara Timur.
“Operasi ditutup mulai hari ini,” konfirmasi Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.
“Kami telah memaksimalkan upaya—memperluas area pencarian, menggunakan teknologi sonar, dan mengerahkan tim penyelam khusus—tetapi satu korban masih belum ditemukan.”
Tenggelamnya kapal, yang terjadi pada akhir Desember 2025, menjadi berita internasional ketika terungkap bahwa Fernando Martin Carreras, pelatih untuk Valencia CF Women’s B Team, adalah salah satu penumpangnya.
Selama jangka waktu intensif 15 hari tersebut, tim penyelamat berhasil menemukan tiga dari empat penumpang yang hilang.
Pada 29 Desember, seorang warga negara Spanyol perempuan, yang diidentifikasi sebagai anak perempuan pelatih berusia 12 tahun, ditemukan 900 meter dari lokasi kejadian.
Pada 4 Januari, jasad Fernando Martin Carreras berhasil dipulihkan sekitar dua kilometer dari titik tenggelamnya kapal.
Dua hari kemudian, penyelam tim SAR mengangkat jasad seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, yang dikonfirmasi sebagai anak laki-laki sang pelatih.
Korban terakhir, yang diidentifikasi sebagai Martines Ortuno Enriquejavier, tetap hilang meskipun telah dilakukan upaya “intensif” tim selama 72 jam terakhir.
Meskipun pencarian aktif telah dihentikan, hukum Indonesia memungkinkan kasus ini untuk dibuka kembali.
“Jika ada tanda-tanda atau temuan baru mengenai korban di masa depan, operasi SAR dapat segera dibuka kembali,” catat Rahman, sambil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada satuan tugas gabungan atas kerja kemanusiaan yang melelahkan dalam kondisi laut yang sulit.
KM Putri Sakinah, sebuah kapal semi-phinisi yang populer di kalangan turis internasional, dilaporkan mengalami kerusakan mesin sebelum diterjang ombak tinggi.
Insiden ini mendorong seruan untuk inspeksi keselamatan maritim yang lebih ketat di area Taman Nasional Komodo.
Berita terkait: Polisi selidiki penyebab kecelakaan kapal di Labuan Bajo
Penerjemah: Kornelis Kaha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026