Minggu, 11 Januari 2026 – 00:25 WIB
Jakarta, VIVA – Dalam beberapa tahun terakhir, cara pandang anak muda terhadap uang dan masa depan berubah cukup signifikan. Kalau generasi dulu lebih identik dengan menabung secara agresif, beli rumah sejak muda, dan siapin dana pensiun lebih awal, Gen Z justru beda pendekatannya.
Baca Juga :
Gen Z Panen Cuan, Harta Deretan Miliarder Ini Bikin Minder!
Di tengah tekanan ekonomi global, biaya hidup yang makin tinggi, dan ketidakpastian karir, Gen Z malah punya prinsip “soft saving“. Apa sih itu?
Jadi, beda dengan yang mengejar kebebasan finansial ekstrem kayak tren FIRE (financial independence, retire early), banyak Gen Z milih fokus sama kesejahteraan mental, pengalaman hidup, dan kenyamanan di masa sekarang. Makanya mereka lebih cocok sama konsep soft saving ini.
Baca Juga :
OJK: Laporan Penipuan Jasa Keuangan Turun di Periode Nataru 2025-2026
Mengenal Soft Saving
Ilustrasi menyisihkan uang untuk menabung dan dana darurat
Baca Juga :
Cari Kerja Kantoran Makin Sulit, Sarjana Gen Z Disarankan Pelajari Skill Tukang hingga Barista
Soft saving itu adalah pendekatan keuangan yang lebih mengutamakan kualitas hidup dan kesejahteraan saat ini dibanding kebiasaan menabung secara agresif untuk jangka panjang. Bagi yang menerapkannya, menabung tetap penting, tapi cuma dilakukan dari sisa penghasilan setelah kebutuhan hidup, kesehatan mental, dan kebahagiaan udah terpenuhi.
Konsep ini sangat bertolak belakang sama FIRE yang butuh pengorbanan besar waktu muda supaya bisa pensiun cepat.
Tren ini nggak muncul tanpa alasan. Harga rumah yang naik terus, beban utang pendidikan, sama pasar kerja yang tidak stabil bikin banyak anak muda mendefinisikan ulang arti sukses secara finansial. Dalam situasi kayak gini, menikmati hidup hari ini terasa lebih masuk akal dibanding menabung dengan ketat untuk masa depan yang belum tentu bisa dicapai.
Menurut keterangan dari Investopedia, Minggu, 11 Januari 2026, survei Intuit 2023 nunjukkin hampir tiga perempat Gen Z lebih milih kualitas hidup yang lebih baik daripada punya uang tambahan di tabungan. Jumlah yang sama bilang kondisi ekonomi sekarang bikin mereka ragu buat nyusun tujuan jangka panjang, bahkan 66 persen ngaku nggak yakin bakal punya cukup uang untuk pensiun nanti.
Ketidakpastian global juga pengaruh besar. Survei TIAA tahun 2024 mencatat 48 persen Gen Z terdorong untuk menikmati hidup saat ini karena berbagai tantangan global, angkanya lebih tinggi dibanding mereka yang malah termotivasi buat merencanakan masa depan.
Meski sering dibilang boros, data nunjukkin Gen Z nggak sepenuhnya ngga peduli sama kesehatan keuangan. Sebanyak 84 persen ngaku tetap nyisihin sebagian gaji tiap bulan, dan 57 persen berusaha disiplin sama anggaran yang udah dibuat.
Halaman Selanjutnya
Tapi, biaya hidup yang tinggi, terutama untuk perumahan yang rata-rata habisin sekitar separuh anggaran bulanan, bikin kesempatan buat menabung jadi makin sempit.