Menolak Tekanan Amerika: Profil Delcy Rodríguez, Pemimpin Baru Venezuela

Jumat, 9 Januari 2026 – 11:30 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menegaskan negara dia tidak akan tunduk kepada tekanan Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan meskipun Washington mengklaim sudah mengambil kendali atas Venezuela setelah menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Sikapnya diutarakan Rodriguez dalam sebuah acara untuk memperingati 100 warga Venezuela yang meninggal selama serangan AS.

Baca Juga:
Waspadai Dampak Konflik AS-Venezuela, Bos OJK Ungkap Prediksi Terburuk Ekonomi Global 2026

“Kami tidak tunduk atau ditaklukkan,” ujar Rodriguez, seperti dilaporkan AFP, Jumat (9/1/2026).

Pernyataan tegas ini muncul di tengah situasi politik yang panas, setelah ada laporan tentang penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer. Kejadian ini menggoyahkan stabilitas Venezuela dan memicu ketegangan baru antara Caracas dan Washington.

Baca Juga:
Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional

Di tengah kekosongan kepemimpinan, Delcy Rodriguez tampil di depan umum dan bersikeras bahwa Maduro tetap adalah satu-satunya presiden Venezuela yang sah. Namun, hanya beberapa jam kemudian, situasi politik berubah dengan cepat.

Militer Venezuela yang awalnya menyatakan setia kepada Maduro, akhirnya mengakui Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara. Sehari setelahnya, Mahkamah Agung Venezuela melantiknya sebagai presiden “dalam kapasitas sementara”. Ini menjadikannya perempuan pertama yang memimpin Venezuela, walaupun dalam status transisi.

Baca Juga:
Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Begini Sikap RI soal Serangan AS ke Venezuela

Siapa Delcy Rodriguez?

Delcy Rodriguez adalah seorang pengacara berusia 56 tahun yang ahli dalam hukum ketenagakerjaan. Ia menghabiskan hampir sepuluh tahun di Prancis dan Inggris untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjananya.

Dia berasal dari keluarga aktivis sayap kiri. Kakaknya, Jorge Rodriguez, adalah Ketua Parlemen Venezuela dan tokoh penting di Partai Sosialis Bersatu Venezuela. Ayah mereka dulu adalah seorang aktivis Marxis yang meninggal dunia saat ditahan pada tahun 1976.

MEMBACA  Pintu Cerita Penuh Emosi di RCTI

Karier politik Rodriguez dimulai di masa Presiden Hugo Chavez. Saat itu, ia menjabat sebagai wakil menteri untuk urusan Eropa dan memegang beberapa peran penting lainnya di pemerintahan.

Ia juga termasuk salah satu pejabat Venezuela yang dikenai sanksi internasional. Pada tahun 2018, Amerika Serikat memberinya sanksi dengan tuduhan membantu Maduro “mempertahankan kekuasaannya”.

Sanksi tersebut termasuk larangan masuk ke AS dan pembatasan bertransaksi keuangan dengan pihak Amerika. Uni Eropa juga memberikan sanksi di tahun yang sama, dengan tuduhan merusak demokrasi dan hukum di Venezuela.

Di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro, Rodriguez menjadi salah satu figur paling berpengaruh. Ia pernah menjadi Menteri Luar Negeri, lalu diangkat sebagai Wakil Presiden pada 2018. Pada 2024, dia juga dipercaya menjabat sebagai Menteri Perminyakan, sebuah posisi yang sangat strategis di negara yang ekonominya sangat tergantung pada ekspor minyak.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar