Senin, 5 Januari 2026 – 11:40 WIB
Washington, VIVA – Serangan diam-diam dan tiba-tiba dari Amerika Serikat (AS) ke jantung kota Caracas, ibu kota Venezuela, dari Jumat malam sampai Sabtu dini hari tanggal 3 Januari 2025, menunjukkan betapa hebatnya kemampuan militer AS dalam merencanakan taktik dan memilih target dengan tepat.
Baca Juga :
Fakta Menarik Venezuela, Negara dengan Minyak Bumi Terbesar hingga Negeri Para Ratu Kecantikan
Operasi yang dinamakan “Absolute Resolve”, adalah bagian dari operasi gabungan militer dan penegak hukum yang dirancang untuk berjalan cepat dan presisi. Tujuannya untuk menangkap hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores – atas tuduhan terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lainnya, yang sangat ditolak oleh Caracas.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa operasi “Absolute Resolve” ini sudah dipersiapkan dengan hati-hati selama berbulan-bulan, melibatkan pasukan AS dan 150 pesawat yang terbang dari 20 pangkalan udara di seluruh Belahan Bumi Barat.
Baca Juga :
Trump Incar Minyak Venezuela, Investor Global Waspada Dampaknya ke Pasar Energi
VIVA Militer: Kapal induk USS Harry S. Truman (CVN-75) militer Amerika Serikat
Presiden Trump dalam konferensi pers pada hari Sabtu di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, memuji operasi penangkapan Maduro sebagai salah satu “pertunjukan kekuatan dan kemampuan militer Amerika yang paling menakjubkan, efektif, dan kuat dalam sejarah Amerika”.
Baca Juga :
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia: Aksi Trump Ilegal dan Punya Konsekuensi Tertentu
Sebagai bagian dari operasi itu, pasukan AS juga berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela. Trump mengatakan bahwa “lampu-lampu di Caracas sebagian besar padam karena keahlian khusus yang kami punya,” tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
Beberapa ledakan yang sangat keras terdengar di seluruh Caracas. Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, menggambarkannya sebagai bagian dari “serangan gabungan militer dan penegak hukum yang sangat besar,” yang berlangsung kurang dari 30 menit.
Helikopter AS kemudian mendarat di kompleks Maduro di ibu kota pada pukul 02.01 (06.01 GMT) hari Sabtu, dan presiden Venezuela beserta istrinya lalu dibawa ke tahanan AS.
Operasi militer AS yang singkat itu berhasil melumpuhkan pertahanan udara Venezuela tanpa perlawanan dan menculik Presiden Maduro, menunjukkan kehebatkan kekuatan militer AS, seperti yang dipuji Trump.
Kekuatan Militer Venezuela Jauh Tertinggal dari AS
VIVA Militer: Senapan AK-103 buatan Rusia digunakan militer Venezuela
Halaman Selanjutnya
Source : dw.com