Setelah Serangan di Venezuela, Trump Tegaskan: “Kami Memang Membutuhkan Greenland”

Sehari setelah operasi militer Amerika yang berani di Venezuela, Presiden Donald Trump pada Minggu kembali menyerukan agar Amerika mengambil alih wilayah Denmark, Greenland, demi keamanan AS. Sementara itu, menteri luar negerinya menyatakan pemerintah komunis di Kuba sedang “dalam banyak kesulitan.”

Komentar Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio ini menunjukkan pemerintahan AS serius ingin mengambil peran lebih besar di Belahan Barat.

Dengan ancaman yang tidak terlalu disembunyikan, Trump mengganggu kawan dan lawan di kawasan itu. Banyak yang bertanya: Siapa berikutnya?

“Kami memang butuh Greenland,” kata Trump dalam sebuah wawancara. Dia menyebut pulau Arktik itu “dikelilingi kapal Rusia dan Cina.”

Ditanya apa arti aksi militer di Venezuela untuk Greenland, Trump jawab, “Mereka harus menilainya sendiri. Saya tidak terlalu tahu.” Gedung Putih tidak memberi tanggapan.

Trump juga menunjuk doktrin abad ke-19, Doktrin Monroe, yang menolak kolonialisme Eropa, sebagai alasannya untuk mendekati tetangga Amerika dengan lebih tegas.

Operasi pasukan AS di Caracas dan wawancara Trump meningkatkan kekhawatiran di Denmark, yang menguasai Greenland yang kaya mineral.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen berkata Trump “tidak punya hak untuk mencaplok” wilayah itu. Dia mengingatkan bahwa Denmark sudah memberi AS akses luas ke Greenland melalui perjanjian keamanan.

“Saya mendesak AS untuk berhenti mengancam sekutu dekat dan rakyat yang sudah jelas tidak mau dijual,” kata Frederiksen.

Orang Greenland dan Denmark juga kesal dengan postingan media sosial dari mantan pejabat Trump, Katie Miller. Postingannya tunjukkan peta Greenland dengan warna bendera AS dan tulisan “SEGERA.”

Duta Besar Denmark ke Washington menegaskan mereka mengharapkan penghormatan penuh atas integritas wilayah Kerajaan Denmark.

MEMBACA  Jenderal Militer Sudan, Jenderal Burhan, Selamat dari Serangan Serangan Drone

Trump berulang kali menyerukan jurisdiksi AS atas Greenland sejak kembali ke Gedung Putih, dan tidak menutup kemungkinan gunakan kekuatan militer untuk pulau strategis milik sekutu itu.

Masalah ini sempat hilang dari berita, tapi Trump kembali soroti Greenland dua minggu lalu dengan janji tunjuk Gubernur Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland.

Gubernur Louisiana itu bilang dia akan bantu Trump “menjadikan Greenland bagian dari AS.”

Peringatan keras untuk Kuba

Sementara itu, kekhawatiran muncul di Kuba, sekutu penting Venezuela, setelah Rubio beri peringatan keras ke pemerintah Kuba. Hubungan AS-Kuba sudah bermusuhan sejak revolusi Kuba 1959.

Rubio berkata pejabat Kuba ada bersama Maduro di Venezuela sebelum ditangkap. “Penjaga Maduro adalah orang Kuba, bukan orang Venezuela,” katanya. Dia tambah bahwa pengawal Kuba juga urus intelijen internal dalam pemerintahan Maduro.

Trump pada Sabtu bilang pemerintah Kuba “sangat mirip” dengan Venezuela. “Saya pikir Kuba akan jadi sesuatu yang kita bicarakan, karena Kuba sekarang negara yang gagal, dan kami ingin bantu rakyatnya,” ujar Trump.

Pihak berwenang Kuba gelar unjuk rasa dukung pemerintah Venezuela dan kecam operasi militer AS. Mereka tulis, “Semua negara di kawasan harus waspada, karena ancaman mengancam kita semua.”

Rubio, yang orang tuanya imigran Kuba, lama berpendapat Kuba adalah diktator yang menindas rakyatnya. “Ini Belahan Barat. Ini tempat kita hidup—dan kami tidak akan izinkan wilayah ini jadi pangkalan operasi untuk musuh dan pesaing AS,” tegas Rubio.

Warga Kuba seperti Bárbara Rodríguez (55), pekerja laboratorium, mengikuti perkembangan di Venezuela. Dia khawatir dengan apa yang dia sebut “agresi terhadap negara berdaulat.”

“Ini bisa terjadi di negara mana saja, bisa terjadi di sini. Kami selalu jadi sasaran,” kata Rodríguez.

MEMBACA  Bank of England diharapkan akan memangkas suku bunga lagi karena ekonomi Inggris mengalami stagnasi