Sosok pejuang kemerdekaan, Kapten Muslihat, sangat terkenal di Kota Bogor, Jawa Barat. Ia gugur di usia muda dengan berani saat bertempur mengusir penjajah Inggris dan Sekutu-nya. Foto: kotabogor.go.id
Hingga kini, nama Kapten Muslihat diabadikan sebagai nama sebuah jalan di pusat Kota Bogor, yang dulu dikenal dengan nama Buitenzorg.
Jalan Kapten Muslihat letaknya tidak jauh dari Stasiun Bogor. Setiap hari jalan ini selalu ramai dilalui masyarakat. Jalannya menjadi penghubung utama antara Stasiun Bogor dengan Istana Bogor, yang menyimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Bogor.
Kapten Muslihat, yang bernama asli Tubagus (TB) Muslihat, adalah salah satu pejuang kemerdekaan di Kota Bogor. Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 26 Oktober 1926 ini namanya sangat dikenal di kota tersebut.
Ayahnya, Tubagus Djuhanuddin, adalah seorang kepala Sekolah Rakyat yang mendapat tugas di Bogor. Namun, tidak banyak yang tahu kisah heroiknya dimana dia gugur di usia muda untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Berdasarkan data dari Pemkot Bogor, Kapten Muslihat pernah bekerja di Bosbouw Proefstation (Balai Penelitian Kehutanan) di Gunung Batu, Bogor, dan juga pernah menjadi juru rawat di Rumah Sakit Kedung Halang. Ia kemudian pindah ke jawatan kehutanan.
Kisah kepahlawanannya berawal saat Kota Bogor dikuasai tentara Jepang, yang kemudian membentuk pasukan PETA (Pembela Tanah Air). Muslihat ikut bergabung dalam PETA dan terpilih menjadi hudanco (komandan peleton).