Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan bantuan yang cukup untuk provinsi-provinsi di Sumatera Utara yang terdampak banjir dan tanah longsor, meski tanpa menetapkan status darurat "bencana nasional".
Dalam rapat terbatas tentang pembangunan 600 rumah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Kamis, presiden menjelaskan bahwa pemerintah mampu menjalankan operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Ada yang masih bertanya kenapa kita tidak tetapkan status bencana nasional… bencana ini kan hanya pengaruhi tiga provinsi, sementara kita punya 35 provinsi lain yang aman," ujarnya, seperti disiarkan di YouTube resmi Sekretariat Presiden.
"Karena pemerintah bisa tangani bencana di ketiga provinsi itu, saya anggap status darurat bencana nasional tidak perluh," kata Prabowo.
Presiden menyatakan pemerintah sepenuhnya berkomitmen memberikan bantuan, dan banyak menteri kabinet telah ditugaskan untuk memantau perkembangan bantuan di provinsi terdampak.
"Sekitar 10 menteri saat ini berada di Aceh, sementara menteri lainnya ada di lokasi lain," catatnya.
Prabowo meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah berupaya maksimal untuk memberi bantuan kepada korban bencana dan menyediakan dana yang memadai dari APBN.
Presiden saat ini berada di Aceh untuk meninjau struktur dan fasilitas kompleks perumahan yang dikembangkan oleh dana kekayaan negara Danantara Indonesia, dikenal sebagai Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang.
Kompleks perumahan ini telah dikembangkan sejak 24 Desember 2025 untuk menampung warga yang terdampak tanah longsor dan banjir bandang di wilayah itu pada akhir November tahun lalu.
Danantara ditugaskan mengoordinasi BUMN dalam pengembangan kompleks ini, yang dilengkapi jaringan WiFi dan listrik, serta termasuk taman bermain anak, dapur umum, toilet, dan sistem drainase.
Rosan Roeslani, CEO Danantara, melapor ke Presiden Prabowo bahwa ratusan unit hunian sementara yang telah dibangun perusahaannya akan diserahkan ke pemerintah setempat untuk menampung korban bencana hingga mereka pindah ke rumah permanen.
Berita terkait:
- Bantuan bencana harus transparan, tanpa kepentingan terselubung: Prabowo
- Prabowo berencana kunjungi daerah terdampak bencana besar di Sumatra
- Prabowo desak perhatian lebih kuat pada lingkungan di awal 2026
Penerjemah: Maria Cicilia Galuh P, Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026