Kamis, 1 Januari 2026 – 10:00 WIB
VIVA – Kementerian Kesehatan sudah mendeteksi kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Virus yang dijuluki sebagai super flu ini pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Sampai sekarang, virus ini sudah dilaporkan ada di lebih dari 80 negara.
Baca Juga :
Bojan Hodak Tegaskan Persib hanya Cari 1 Pemain Asing yang Siap Jadi Starter
Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang selesai pada 25 Desember 2025, subclade K ternyata sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 lewat sistem surveilans ILI-SARI di berbagai fasilitas kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Paling banyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan anak-anak,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, Senin (1/1/2026).
Baca Juga :
Jakarta Kembali Kinclong Sebelum Subuh Usai Pesta Tahun Baru 2026
Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel diperiksa dengan WGS. Semua varian yang terdeteksi adalah varian yang sudah dikenal dan sedang bersirkulasi secara global menurut sistem WHO.
Kemenkes menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan untuk merespons perkembangan situasi influenza.
Baca Juga :
Merinding! Hard Gumay Terawang Ada Artis Pria Meninggal Dunia di Penjara
Di sisi lain, Kemenkes menyatakan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia sampai akhir Desember 2025 masih terkendali. Virus ini tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan jenis flu lainnya.
“Berdasarkan penilaian WHO, influenza A(H3N2) subclade K tidak lebih parah. Gejalanya umumnya mirip flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan,” jelas dr. Prima.
Sebagai pencegahan, masyarakat diimbau untuk:
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Menjaga daya tahan tubuh.
- Mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama untuk lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.
Vaksin influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat. Masyarakat juga disarankan untuk tetap di rumah jika bergejala flu, memakai masker, menerapkan etika batuk, dan segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.
Super Flu Jadi Sorotan Dunia, Berbahaya dan Apa Saja Gejalanya?
Varian baru super flu sedang ramai diperbincangkan di dunia medis. Varian ini bahkan sebabkan 71 ribu warga New York terinfeksi. Apakah varian flu ini lebih berbahaya?VIVA.co.id
30 Desember 2025